“Kampus sangat mewadahi kebutuhan mahasiswa. Karena saya ikut program RPL, saya tetap bisa bekerja sambil melanjutkan kuliah. Segalanya dipermudah selama saya menjalani pendidikan di sini,” tutur Nyimas.
Tak hanya fasilitas, Nyimas juga memuji dedikasi tim pengajar yang ramah dan sigap dalam memberikan bimbingan. Menurutnya, respons cepat dari para dosen saat mahasiswa menemui kendala menjadi salah satu kunci kelancaran studinya hingga lulus dengan hasil memuaskan.
Sebagai mahasiswa terbaik, Nyimas menitipkan pesan kuat kepada rekan-rekannya yang masih berjuang di bangku kuliah. Ia mengingatkan agar tantangan hidup tidak dijadikan alasan untuk berhenti melangkah.
“Jangan mudah patah semangat, jangan pantang menyerah. Yakinlah bahwa kalian pasti bisa. Teruslah berjuang atas apa yang telah kita mulai,” paparnya.
Pada wisuda periode ini, Universitas Alifah Padang secara total meluluskan 19 orang Profesi Ners, 6 orang Profesi Bidan, 35 orang Sarjana Kebidanan, dan 3 orang Sarjana Kesehatan Masyarakat.
Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Tim Pembelajaran LLDIKTI Wilayah X Putra Heriyadi, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Sumbar Rosmaneli, serta Ketua Yayasan Pendidikan Alifah Nur Ikhlas Padang Fatmi Arma.
Kehadiran organisasi profesi seperti PPNI, IBI, dan IAKMI semakin mempertegas kesiapan para lulusan ini, untuk terjun langsung melayani masyarakat dengan kompetensi profesional yang telah mereka miliki.
















