Kabarminang — Naufal Munif, santri SMP IT Insan Cendekia Boarding School (ICBS) Payakumbuh, sukses menorehkan prestasi gemilang di tingkat internasional. Ia terpilih sebagai Penulis Pantun Terpilih Se-ASEAN melalui karya bertajuk Pantun Serumpun Hati Berpaut.
​Ajang bergengsi itu diselenggarakan oleh SIP Publishing yang berkolaborasi dengan komunitas Penyala Literasi Sumatera Barat. Pencapaian itu menjadi pembuktian bahwa kualitas literasi santri asal Payakumbuh mampu bersaing di panggung Asia Tenggara.
​Bagi Naufal, hasil itu melampaui harapannya. Ia mengaku haru sekaligus bangga saat mengabarkan keberhasilan tersebut kepada orang tuanya.
​”Pencapaian ini benar-benar tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Saya sangat bahagia bisa memberikan kabar membanggakan ini kepada orang tua,” ucap Naufal pada Rabu (22/4/2026).
​Bermula dari bangku sekolah
Langkah Naufal menuju level ASEAN diawali dari proses sederhana di dalam kelas. Saat mempelajari materi pantun dalam pelajaran Bahasa Indonesia, ia mendapatkan informasi mengenai lomba tersebut dari sang guru. Tanpa ragu, ia mengajukan diri untuk ikut berkompetisi.
​Sejak saat itu, bimbingan intensif dimulai. Naufal didampingi oleh Ustazah Fitri Sandari, selaku guru Bahasa Indonesia, untuk mendalami tema persahabatan yang menjadi instruksi lomba.
​”Naufal memiliki kemauan belajar yang sangat tinggi. Ia aktif berdiskusi dan terus memperbaiki setiap tulisannya. Sikap itulah kunci utama perkembangannya,” tutur Fitri.
​Ekosistem literasi ICBS
Keberhasilan itu tidak lepas dari lingkungan suportif di ICBS Payakumbuh. Lembaga itu tidak hanya memberikan dukungan teknis, tetapi juga menciptakan budaya sekolah yang mendorong para santri untuk aktif menggali kemampuan menulis.
​Naufal merasakan dukungan tersebut sangat krusial, terutama saat menghadapi tantangan merangkai diksi agar sesuai kaidah pantun yang indah namun tetap bermakna.
​”ICBS sangat membantu saya, mulai dari arahan guru hingga bantuan teknis lainnya. Prestasi ini adalah langkah awal perjalanan saya di sini,” tutur Naufal.
Iinspirasi untuk berkarya
Prestasi internasional itu menegaskan bahwa ICBS memberikan ruang luas bagi santri untuk berkembang di luar bidang akademik dan keagamaan. Naufal berharap capaiannya bisa memicu semangat santri lainnya untuk tidak takut mencoba setiap peluang yang ada.
​”Setiap perlombaan adalah proses yang harus dijalani dengan semangat dan pantang menyerah. Di balik usaha, selalu ada peluang untuk hasil terbaik,” tuturnya.
Naufal diharapkan terus konsisten berkarya di bidang sastra lainnya, seperti puisi dan cerpen, guna memperkuat khazanah literasi di lingkungan pesantren.















