Kamis, Juni 11, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis

Tim Peneliti Politani Payakumbuh Pelajari Pertanian Regeneratif di Ladang Langit Coffee Farm

Redaksi
Kamis, 11 Juni 2026 06:02
in Pendidikan
Tim penelitian SINERGI dari Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh melakukan kunjungan lapangan ke Ladang Langit Coffee Farm di Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada 2 Juni 2026

Tim penelitian SINERGI dari Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh melakukan kunjungan lapangan ke Ladang Langit Coffee Farm di Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada 2 Juni 2026


Kabarminang – Tim penelitian SINERGI dari Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh melakukan kunjungan lapangan ke Ladang Langit Coffee Farm di Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada 2 Juni 2026. Kunjungan tersebut bertujuan melakukan pengamatan dan pengambilan sampel sekaligus mempelajari praktik budidaya kopi berkelanjutan yang diterapkan di perkebunan tersebut.

Tim yang dipimpin Prof. Dr. Rince Alfia Fadri dan didampingi peneliti dari Coffee Education Research Institute (CERI) berdiskusi langsung dengan pemilik Ladang Langit Coffee Farm, Prof. Surip Mawardi. Dalam pertemuan itu, berbagai topik dibahas, mulai dari sejarah kopi, konsep pertanian regeneratif, hingga penerapan ekonomi sirkular dalam pengelolaan kebun.

Surip Mawardi mengatakan bahwa pengelolaan kebun yang dilakukannya berupaya mengembalikan fungsi ekologis hutan melalui sistem pertanian yang berkelanjutan.

“Saya tidak bisa mengembalikan hutan, tetapi saya ingin mengembalikan fungsi hutan,” ujarnya.

Menurut Surip, fungsi hutan sebagai konservasi tanah, konservasi air, dan pelindung keanekaragaman hayati perlu dihadirkan kembali dalam sistem perkebunan modern. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, pendekatan tersebut juga berdampak positif terhadap kualitas kopi yang dihasilkan.

Salah satu konsep yang diterapkan di Ladang Langit Coffee Farm adalah ekonomi sirkular. Melalui pendekatan ini, limbah diminimalkan dan seluruh sumber daya dimanfaatkan secara optimal. Untuk mendukung sistem budidaya kopi organik, perkebunan juga mengelola peternakan skala kecil sebagai penyedia bahan baku pupuk organik dari kotoran sapi dan kuda.

Ladang Langit Coffee Farm berdiri di atas lahan yang sebelumnya memiliki tingkat kesuburan rendah. Namun, melalui pengelolaan berkelanjutan, lahan tersebut berhasil diubah menjadi kebun kopi organik yang produktif.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menanam pohon lamtoro sebagai tanaman pelindung kopi. Selain menyediakan biomassa dan nitrogen bagi tanah, tanaman ini juga mendukung pengendalian hama secara alami dengan menciptakan habitat bagi berbagai organisme yang berperan dalam keseimbangan ekosistem.

Sebelum bibit kopi ditanam, lubang tanam diisi daun-daunan dan bahan organik lainnya untuk menghasilkan pupuk alami yang menjadi sumber nutrisi tanaman.

“Tujuannya adalah menciptakan pupuk organik secara alami yang nantinya menjadi sumber nutrisi bagi tanaman kopi,” kata Surip.

Penerapan biodiversitas juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan kebun. Selain kopi, sejumlah tanaman lain seperti andaliman dibudidayakan untuk menjaga kesehatan tanah sekaligus memberikan nilai ekonomi tambahan.

Dalam sistem penanaman, Ladang Langit Coffee Farm menerapkan metode pagar ganda dengan pola zig-zag. Metode ini memungkinkan peningkatan populasi tanaman tanpa mengurangi akses cahaya matahari, sehingga pemanfaatan lahan menjadi lebih efisien.

Praktik lain yang menjadi perhatian tim peneliti adalah penggunaan dua hingga tiga batang kopi dalam satu lubang tanam. Menurut Surip, metode tersebut mampu meningkatkan produktivitas tanaman.

“Dengan dua atau tiga batang kopi dalam satu lubang tanam, produksi dapat meningkat dan hasil panen menjadi lebih optimal,” ujarnya.

Untuk mengurangi persaingan antartanaman, setiap batang dipelihara dengan tinggi yang berbeda sehingga seluruh tanaman tetap memperoleh sinar matahari secara maksimal.

Selain itu, gulma yang tumbuh di sekitar kebun tidak sepenuhnya dibersihkan. Tanaman tersebut dimanfaatkan sebagai mulsa alami untuk menjaga kelembapan tanah, mengurangi erosi, dan menekan pertumbuhan gulma baru.

Surip juga menekankan pentingnya penerapan pertanian regeneratif dalam pembukaan lahan perkebunan. Menurutnya, pendekatan tersebut bertujuan memulihkan kesehatan tanah, menjaga keanekaragaman hayati, dan memperbaiki siklus air secara alami.

Dalam kunjungan tersebut, tim peneliti juga menyoroti pentingnya sistem ketertelusuran (traceability) dalam industri kopi. Melalui sistem dokumentasi yang terintegrasi, konsumen dapat mengetahui asal-usul kopi, proses budidaya, hingga tahapan pascapanen yang dilalui produk sebelum sampai ke tangan pelanggan.

Salah satu platform yang mendukung sistem tersebut adalah Ecotrace yang mendokumentasikan rantai pasok kopi secara menyeluruh. Upaya ini dinilai penting untuk meningkatkan transparansi sekaligus memperkuat kepercayaan konsumen terhadap kopi Indonesia yang diproduksi secara berkelanjutan.


Tags: budidaya kopiekonomi sirkularkopi organikLadang Langit Coffee Farmpertanian regeneratifPoliteknik Pertanian Negeri PayakumbuhProf Surip MawardiSiborongborongTapanuli Utaratraceability kopi

Berita Terkait

UIN Imam Bonjol Padang Tampilkan 3 Produk Unggulan Mahasiswa di EKKN 2026

UIN Imam Bonjol Padang Tampilkan 3 Produk Unggulan Mahasiswa di EKKN 2026

11 Juni 2026
Rektor UIN Imam Bonjol Padang Dorong Dosen dan Tendik Jadi Pelopor Moderasi Beragama

Rektor UIN Imam Bonjol Padang Dorong Dosen dan Tendik Jadi Pelopor Moderasi Beragama

10 Juni 2026
1.128 Peserta Ikuti UM-PTKIN 2026 di UIN Imam Bonjol Padang

1.128 Peserta Ikuti UM-PTKIN 2026 di UIN Imam Bonjol Padang

9 Juni 2026
Ribuan Mahasiswa dan Alumni Unand Antusias Ikuti Pelatihan Bahasa Inggris Gratis KATI Global Talent

Ribuan Mahasiswa dan Alumni Unand Antusias Ikuti Pelatihan Bahasa Inggris Gratis KATI Global Talent

7 Juni 2026
SMP Semen Padang Tembus 10 Besar ASAS 2026, 3 Siswa Raih Nilai 100 pada Bahasa Inggris dan Matematika

SMP Semen Padang Tembus 10 Besar ASAS 2026, 3 Siswa Raih Nilai 100 pada Bahasa Inggris dan Matematika

5 Juni 2026
264 Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang Akan KKN Selingkar Kampus di Padang

264 Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang Akan KKN Selingkar Kampus di Padang

5 Juni 2026
Next Post
Anggaran Gorden dan Lampu Gantung Kantor Gubernur Sumbar Disorot, DPRD Diminta Bertindak

Anggaran Gorden dan Lampu Gantung Kantor Gubernur Sumbar Disorot, DPRD Diminta Bertindak

Tinggalkan Komentar

TERPOPULER

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 12 April 2026: Berawan hingga Udara Kabur

12 April 2026

Dua Pengedar Narkoba di Sijunjung Ditangkap Saat Isap Sabu-Sabu

Dua Pengedar Narkoba di Sijunjung Ditangkap Saat Isap Sabu-Sabu

6 Juni 2026

Demo di Polda, Mahasiswa Tantang Kapolda Baru Tuntaskan Tambang Ilegal di Sumbar: Rakyat Kecil Ditangkap, Pemodal Selalu Lolos

Demo di Polda, Mahasiswa Tantang Kapolda Baru Tuntaskan Tambang Ilegal di Sumbar: Rakyat Kecil Ditangkap, Pemodal Selalu Lolos

8 Juni 2026

Pria di Pasaman Barat Curi Rp30 Juta, Pakai untuk Judi, Beli Motor, Tidur dengan Perempuan

Pria di Pasaman Barat Curi Rp30 Juta, Pakai untuk Judi, Beli Motor, Tidur dengan Perempuan

4 Juni 2026

Gempa Magnitudo 3,9 Guncang Air Bangis Pasaman Barat, Ini Penjelasan BMKG

Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Padang Pariaman

8 Juni 2026

Tabrakan Dua Motor dan Mobil di Pasaman, Tiga Orang Tewas

Tabrakan Dua Motor dan Mobil di Pasaman, Tiga Orang Tewas

9 Juni 2026

Pemuda 23 Tahun Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun Sawit Agam

Pemuda 23 Tahun Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun Sawit Agam

4 Juni 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Artikel & Opini
  • Bank Nagari
  • DPRD Sumatera Barat
  • Ekonomi & Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Ranah Minang
  • Pilkada
  • Politik
  • PT Semen Padang
  • Ramadhan
  • Tekno
  • Kabar Sumbar
  • Kabupaten Dharmasraya
  • Kabupaten Limapuluh Kota
  • Kabupaten Padang Pariaman
  • Kabupaten Pasaman Barat
  • Kabupaten Sijunjung
  • Kabupaten Solok
  • Kabupaten Solok Selatan
  • Kota Bukittinggi
  • Kota Padang
  • Kota Padang Panjang
  • Kota Pariaman
  • Kota Payakumbuh
  • Kota Solok
  • Kabar Rantau

© 2025 KabarMinang.com.