Kabarminang — Mahasiswi Program Studi D-III Kebidanan Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat, Hulwah Yusriyyah Azmi, meraih juara I Kompetisi Ilmiah Nasional Kebidanan Tingkat Dosen dan Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia 2026.
Kompetisi tersebut mengangkat tema kesehatan reproduksi dan diselenggarakan dalam rangka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (AIPKEMA) di Yogyakarta.
Pelaksanaan kompetisi berlangsung melalui beberapa tahapan. Pendaftaran dan pengumpulan karya dilakukan secara daring pada 5–22 Juni 2026, dilanjutkan dengan proses penilaian pada 23–28 Juni 2026, kemudian pengumuman pemenang pada 1 Juli 2026.Pada kompetisi tersebut, Universitas ‘Aisyiyah Bandung meraih juara II, sedangkan juara III diraih Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta.
Hulwah mengatakan keberhasilan yang diraihnya tidak lepas dari bimbingan dosen pembimbing, Mega Ade Nugrahmi, selama proses penyusunan poster ilmiah.
“Kompetisi ini sendiri menghadirkan berbagai kategori lomba bagi dosen dan mahasiswa, di antaranya poster ilmiah, esai ilmiah, serta video edukasi kesehatan sebagai wadah untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kemampuan ilmiah sivitas akademika PTMA,” tuturnya.
Menurut Hulwah, proses mengikuti kompetisi tersebut tidak mudah. Ia harus membagi waktu antara mempersiapkan karya lomba dan menghadapi ujian praktik keterampilan laboratorium (skill lab) yang berlangsung pada waktu bersamaan.
“Meski sempat merasa ragu, saya memilih untuk tetap menjalani keduanya secara bersamaan. Jujur, prosesnya sama sekali tidak mudah. Saya sempat ingin menyerah karena waktu lomba bersamaan dengan ujian skill lab. Namun, setelah dipikirkan, kalau keduanya bisa dijalankan sekaligus, mengapa harus memilih salah satunya,” ungkapnya.
Hulwah juga mengajak mahasiswa lain untuk tidak takut memanfaatkan setiap kesempatan yang ada. Menurutnya, keberanian untuk memulai menjadi langkah penting dalam meraih prestasi.
“Kalau punya mimpi atau ingin mencoba sesuatu, lakukan saja. Jangan menunggu sampai merasa benar-benar siap atau pintar, karena kita tidak akan pernah tahu hasilnya kalau tidak pernah memulai. Gagal itu biasa, tetapi berani mencoba adalah hal yang luar biasa,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor UM Sumatera Barat, Riki Saputra, berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi mahasiswa UM Sumatera Barat untuk terus mengembangkan potensi, berani berkompetisi, serta menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Jadikan keberhasilan tersebut terus mengembangkan potensi, berani berkompetisi, dan menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
















