Kabarminang — Siswa SMAN 10 Padang, Devino Rafferty Vidia, berhasil membawa pulang medali perak dari World Pickleball Championship (WPC) Malaysia Series 2026. Prestasi tersebut menjadi catatan penting bagi Devino sekaligus pickleball Kota Padang karena merupakan raihan medali internasional pertama dari cabang olahraga tersebut.
Kepala SMAN 10 Padang, Zahroni, mengatakan bahwa perjalanan Devino hingga tampil di kompetisi internasional berawal dari keikutsertaannya dalam seleksi atlet pickleball Kota Padang pada Juni 2026.
“Waktu seleksi atlet pickleball Kota Padang itu ada 18 atlet putra yang ikut. Devino berhasil menjadi peringkat pertama,” kata Roni kepada Sumbarkita pada Sabtu (5/9/2026).
Roni menyampaikan bahwa hasil seleksi tersebut menjadi kesempatan bagi Devino untuk melangkah lebih jauh dan membawa nama Kota Padang ke Malaysia. Ia menyebut bahwa Devino kemudian mengikuti WPC Malaysia Series 2026 yang berlangsung di Subang Jaya, Selangor, Malaysia, pada 27—30 Agustus 2026.
Pada ajang tersebut, kata Roni, Devino mampu menunjukkan kemampuannya hingga menembus partai final. Ia menginformasikan bahwa Devino berhadapan dengan atlet Malaysia, Lye Jun Cheng, dalam pertandingan perebutan gelar juara.
“Di final Devino bertemu dengan atlet Malaysia, Lye Jun Cheng. Devino kalah dua gim dengan skor 5-15 dan 10-15,” ujar Roni.
Hasil itu, kata Roni, membuat Devino menempati posisi runner-up dan meraih medali perak.
Bagi Roni, capaian tersebut tetap menjadi prestasi yang membanggakan karena Devino mampu bersaing hingga pertandingan terakhir dalam kompetisi internasional.
“Kami mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih Devino. Kami tentunya bangga karena dia bisa membawa nama SMAN 10 Padang sampai ke partai final di Malaysia,” ucap Roni.
Roni mengatakan bahwa pencapaian tersebut juga membuka peluang bagi siswa lain di sekolahnya untuk mengembangkan kemampuan di cabang olahraga pickleball. Menurutnya, pengalaman Devino tampil di level internasional dapat menjadi contoh bagi junior-juniornya yang ingin mengikuti jejak serupa.
“Ini menjadi peluang baru bagi junior-juniornya. Mereka bisa melihat apa yang sudah dicapai Devino dan menjadikannya motivasi untuk mengembangkan kemampuan,” tutur Roni.
Selain menjadi pengalaman di bidang olahraga, Roni menilai prestasi tersebut dapat menjadi modal penting bagi masa depan pendidikan Devino. Ia mengatakan bahwa rekam jejak prestasi di tingkat internasional dapat membantu Devino ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, termasuk membuka peluang lebih besar untuk masuk ke kampus yang menjadi pilihannya.
Roni berharap pencapaian tersebut menjadi salah satu pijakan bagi Devino untuk terus berkembang, baik dalam olahraga maupun dalam melanjutkan pendidikan setelah menyelesaikan sekolah.















