Kabarminang – Seorang guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bernama Ingga Pratama Putra (33) ditemukan tewas di sebuah kamar mes di lingkungan Kepolisian Resor (Polres) Pesisir Selatan, Jalan Agus Salim, Painan, Kecamtan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat pada Minggu (28/6/2026) dini hari. Peristiwa tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan dari pihak keluarga yang menilai terdapat kejanggalan dalam penanganan kasus.
Korban diketahui berdomisili di Kampung Bunga Pasang II Tangkujue, Nagari Bunga Pasang Salido, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan. Korban sehari-hari mengajar di SDN Nomor 13 Sungai Pinang Tarusan. Korban pertama kali ditemukan oleh rekannya yang merupakan anggota kepolisian sekaligus penghuni kamar mes tersebut.
Kuasa hukum keluarga korban, Rudi Chandra, mengungkapkan bahwa pihak keluarga merasa kecewa dan curiga terhadap rangkaian peristiwa sebelum dan setelah korban dinyatakan meninggal dunia. Menurutnya, pihak keluarga pertama kali memperoleh informasi dari kepolisian menjelang subuh dengan keterangan bahwa korban hanya dalam kondisi pingsan.
“Kami langsung berkoordinasi dengan kerabat di Padang dan memastikan tim dokter forensik siap 24 jam, sehingga autopsi tetap dilaksanakan,” kata Rudi kepada Sumbarkita, Senin (29/6) malam.
Rudi menyebut pihak keluarga sempat diminta menandatangani surat penolakan autopsi dengan alasan hari libur dan keterbatasan dokter. Namun, keluarga menolak permintaan tersebut dan tetap menginginkan autopsi dilakukan.
Pihak keluarga juga mempertanyakan penanganan awal terhadap korban. Menurut mereka, korban tidak segera dibawa ke rumah sakit ketika pertama kali ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Saat keluarga tiba di lokasi, korban disebut telah meninggal dunia.
Kondisi jenazah saat pertama kali dilihat oleh pihak keluarga juga memicu tanda tanya besar mengenai penyebab pasti kematian korban. Rudi menjelaskan bahwa posisi korban saat itu terlentang di atas tikar tanpa bantal, kedua tangannya mengepal ke atas, dengan posisi kepala yang menghadap lurus ke langit-langit mes.
Kecurigaan keluarga semakin menguat setelah mendapati adanya tanda berwarna merah di bagian belakang jenazah korban sesaat setelah dipindahkan. Pihak keluarga berasumsi awal bahwa bercak merah tersebut mirip dengan kondisi seseorang yang mengalami gejala kekurangan oksigen secara ekstrem.















