Kabarminang – Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang menggelar Studium Generale bertajuk “Dakwah Indonesia Berdampak Mendunia” di Gedung J Kampus 3 UIN Imam Bonjol Padang pada Rabu (9/9/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut digelar FDIK UIN Imam Bonjol Padang bekerja sama dengan Cordofa ID Humanity DD dan Dompet Dhuafa. Dekan FDIK UIN Imam Bonjol Padang, Murisal, dan Deputi Direktur I Program Sosial, Kemanusiaan dan Dakwah Dompet Dhuafa, Juperta Panji Utama, menjadi narasumber. Hadir pula Guru Besar UIN Imam Bonjol Padang, Sarwan.
Murisal menerangkan bahwa kegiatan tersebut digelar untuk mendukung perkembangan dakwah Indonesia di tengah perubahan dunia yang berlangsung cepat.
“Acara ini adalah bentuk dukungan proses dakwah Indonesia karena dunia yang kerap berubah,” ujar Murisal.
Menurutnya, perubahan cara masyarakat berkomunikasi turut memengaruhi cara dakwah disampaikan. Dakwah tidak lagi hanya dilakukan dari atas mimbar, tetapi dapat memanfaatkan berbagai media yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Berdakwah tidak hanya di atas mimbar, tapi banyak sarana seperti media sosial,” katanya.
Murisal menilai bahwa pemanfaatan media sosial penting diperhatikan para pendakwah. Pesan dakwah dapat menjangkau masyarakat lebih luas ketika disampaikan melalui media yang sesuai dengan kebiasaan dan kebutuhan generasi saat ini.
Sementara itu, Juperta Panji Utama membahas kekuatan umat dan kondisi yang dapat membuatnya menjadi lemah. Ia menyoroti jumlah umat yang besar tetapi belum tentu memiliki kekuatan apabila tidak dibarengi dengan persatuan.
Juperta juga menyinggung persoalan amanah dalam pemerintahan serta hubungan sebagian ulama dengan kekuasaan dan materi.
“Kekuatan negara ada pada kelemahannya seperti umat yang banyak tapi serupa buih, pemerintah abai pada amanah, dan ulama yang jatuh cinta ke tahta dan harta takut mati,” ujar Juperta.
Pembahasan dalam Studium Generale tersebut mengajak peserta melihat persoalan dakwah dari berbagai sisi, termasuk bagaimana pesan agama disampaikan dan bagaimana dakwah dapat menjawab persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
Kegiatan itu juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bertemu dengan akademisi dan praktisi yang memiliki pengalaman di bidang dakwah dan sosial kemanusiaan.
Melalui tema “Dakwah Indonesia Berdampak Mendunia”, perkembangan teknologi dan perubahan masyarakat dibahas sebagai tantangan sekaligus peluang untuk menghadirkan dakwah yang lebih dekat, relevan, dan memberikan dampak nyata.















