Kabarminang – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah masih bertahan di atas level psikologis Rp18.000 berdasarkan pantauan real-time Google Finance pada Jumat (5/6/2026) sore pukul 15.00 WIB.
Berdasarkan data yang ditampilkan platform tersebut, kurs USD/IDR berada di level Rp18.026 per dolar AS pada pukul 07.55 UTC.
Angka tersebut menunjukkan rupiah masih berada dalam tekanan setelah dalam beberapa hari terakhir menembus level Rp18.000 per dolar AS, salah satu posisi terlemah sepanjang sejarah perdagangan mata uang nasional.
Grafik pergerakan harian yang ditampilkan Google Finance memperlihatkan dolar AS bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan, dengan kisaran tertinggi mendekati Rp18.090 sebelum kembali turun ke area Rp18.020-an.
Level Rp18.000 menjadi perhatian pelaku pasar karena selama ini dianggap sebagai batas psikologis penting dalam pergerakan rupiah terhadap dolar AS.
Pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya impor berbagai komoditas dan bahan baku industri. Selain itu, tekanan juga dapat dirasakan pada sektor yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap transaksi menggunakan mata uang dolar AS.
Meski demikian, sejumlah sektor berbasis ekspor berpotensi memperoleh keuntungan karena nilai penerimaan dalam dolar menjadi lebih tinggi ketika dikonversi ke rupiah.
Sementara itu, pelaku pasar masih mencermati berbagai faktor yang memengaruhi pergerakan mata uang global, termasuk perkembangan ekonomi internasional, kebijakan suku bunga, serta arus modal asing ke negara berkembang.
















