Kabarminang – Nilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (21/7/2026). Berdasarkan data Google Finance hingga pukul 16.41 WIB, kurs USD/IDR berada di level Rp17.902,99 per dolar AS.
Data tersebut menunjukkan dolar AS turun 0,20 persen atau sekitar 35,01 poin dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Penurunan ini menandakan rupiah menguat terhadap mata uang Amerika Serikat pada perdagangan hari itu.
Google Finance juga mencatat previous close atau penutupan sebelumnya berada di level Rp17.938,00 per dolar AS. Dibandingkan posisi tersebut, nilai tukar dolar AS bergerak lebih rendah sepanjang perdagangan.
Pergerakan grafik intraday memperlihatkan dolar AS memulai perdagangan di kisaran Rp17.930-an sebelum mengalami penurunan bertahap. Nilai tukar sempat bergerak di bawah Rp17.900, kemudian berfluktuasi hingga akhirnya berada di sekitar Rp17.902,99.
Sepanjang sesi perdagangan, grafik menunjukkan pergerakan dolar AS didominasi tren melemah meskipun sempat mengalami kenaikan dalam waktu singkat. Hingga pembaruan terakhir, posisi kurs masih berada di bawah harga penutupan sebelumnya.
Dengan berada di level Rp17.902,99, dolar AS juga kembali diperdagangkan di bawah batas psikologis Rp18.000 per dolar AS. Posisi tersebut mencerminkan penguatan rupiah dibandingkan beberapa periode ketika dolar masih berada di atas level tersebut.
Google Finance memperbarui data nilai tukar secara berkala mengikuti dinamika perdagangan di pasar valuta asing. Karena itu, posisi kurs dapat berubah sewaktu-waktu selama perdagangan masih berlangsung.
Berdasarkan pembaruan data pada Selasa (21/7/2026) pukul 16.41 WIB, kurs USD/IDR tercatat di Rp17.902,99, turun 0,20 persen atau sekitar 35,01 poin dari posisi penutupan sebelumnya di Rp17.938,00 per dolar AS.
















