Kabarminang – Nilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (16/7/2026). Berdasarkan data Google Finance hingga sekitar pukul 10.28 WIB, dolar AS diperdagangkan di level Rp18.060,84, turun 0,25 persen atau sekitar 45,31 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Data Google Finance menunjukkan posisi previous close berada di level Rp18.106,15 per dolar AS. Penurunan kurs dolar tersebut membuat rupiah melanjutkan penguatannya setelah dalam beberapa hari terakhir sempat bergerak di kisaran Rp18.000 per dolar AS.
Pergerakan intraday memperlihatkan dolar AS sempat berada di atas Rp18.150 pada awal perdagangan sebelum mengalami penurunan tajam. Setelah itu, nilai tukar bergerak relatif stabil di kisaran Rp18.050 hingga Rp18.060 per dolar AS.
Meski rupiah menguat dibandingkan penutupan sebelumnya, posisi nilai tukar masih berada di atas level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Level tersebut masih menjadi perhatian pelaku pasar karena mencerminkan posisi rupiah terhadap mata uang Amerika Serikat.
Google Finance mencatat perubahan kurs secara real time mengikuti dinamika perdagangan di pasar valuta asing. Karena itu, nilai tukar dapat berubah sewaktu-waktu selama perdagangan masih berlangsung.
Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi salah satu indikator yang dipantau pelaku usaha dan investor karena dapat memengaruhi berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari perdagangan internasional hingga biaya impor.
Hingga pembaruan terakhir pada Kamis (16/7/2026), tren perdagangan menunjukkan dolar AS masih berada di bawah posisi penutupan sehari sebelumnya. Hal tersebut menandakan rupiah mencatatkan penguatan pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Google Finance, kurs USD/IDR berada di level Rp18.060,84, turun 0,25 persen dibandingkan previous close di Rp18.106,15 per dolar AS.
















