Kabarminang — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) berdemonstrasi di depan kantor gubernur provinsi itu pada Senin (4/5/2026) siang.
Massa mulai memadati area titik aksi pukul 14.00 WIB untuk menyampaikan aspirasi tentang berbagai persoalan daerah yang mereka anggap belum tuntas. Sebelum mencapai kantor gubernur, massa terlebih dahulu berkumpul di depan Kantor BPBD Sumbar, lalu melakukan long march sebagai bentuk simbolisasi perjuangan rakyat.
Koordinator Daerah (Korda) Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Sumbar, Kahfi Harahap, menjelaskan bahwa aksi itu merupakan gabungan kekuatan mahasiswa dan masyarakat untuk menuntut keadilan. Ia menjelaskan bahwa mereka
“Kami membawa empat isu krusial, dari kesejahteraan buruh, carut-marut pendidikan, penanganan LGBT, hingga percepatan pembangunan infrastruktur pascabencana,” tutur Presiden Mahasiswa UPI YPTK Padang itu.
Ketua BEM KM Universitas Andalas (UNAND), Shabbarin Syakur, mengatakan bahwa keterlibatan mahasiswa dari berbagai kampus sangat tinggi, termasuk sekitar 300 mahasiswa dari UNAND.
Ia menyampaikan bahwa tuntutan mengenai pemerataan akses pendidikan menjadi prioritas karena masih adanya ketimpangan kualitas antara sekolah di pusat kota dan wilayah pelosok Sumbar. Ia menyebut bahwa massa juga menyoroti urgensi regulasi terkait isu sosial yang sedang marak di tengah masyarakat saat ini.
“Kami mendesak kejelasan progres rancangan perda terkait LGBT untuk menekan angka kejadiannya di Sumatera Barat yang kian mengkhawatirkan,” ujar Shabbarin.
Perihal sektor ketenagakerjaan, Kahfi Harahap kembali menekankan agar pemerintah segera menghapuskan sistem kerja alih daya (outsourcing) yang merugikan rakyat kecil.















