Rabu, Oktober 7, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
Home Kabar Sumbar

DAS Batanghari Terus Rusak, Tambang Emas Ilegal Sijunjung Picu Ancaman Bencana

Mengki Kurniawan
Jumat, 28 Agustus 2026 | 05:58
in Kabar Sumbar
Aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan Batu Gando, Nagari Muaro, Kabupaten Sijunjung. Foto: Dok. Pemprov Sumbar

Aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan Batu Gando, Nagari Muaro, Kabupaten Sijunjung. Foto: Dok. Pemprov Sumbar

Share on FacebookShare on Twitter

Kabarminang – Kerusakan ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, terus meluas. Masifnya penggunaan alat berat dalam aktivitas tambang emas ilegal disebut telah mengubah bentang alam sungai sekaligus meningkatkan ancaman bencana bagi masyarakat di sekitarnya.

Peneliti Tambang Emas Ilegal Universitas Andalas, Dewi Anggraini, menyoroti perubahan metode penambangan yang berlangsung dalam dua dekade terakhir. Menurutnya, pergeseran dari cara tradisional menuju penggunaan alat berat telah mengubah kondisi ekologis sungai secara drastis.

“Sebelum tahun 2000-an, masyarakat menambang secara tradisional dengan mendulang menggunakan jae di aliran sungai, sehingga kualitas air sungai tetap jernih dan ekosistem terjaga,” ungkap Dewi, Dosen Ilmu Politik UNAND, Kamis (27/8/2026).

Sebagai warga pribumi Sijunjung, Dewi menceritakan perubahan mulai terlihat ketika aktivitas penambangan beralih menggunakan mesin dompeng pada rentang 2004 hingga 2005. Penggunaan mesin tersebut tidak lagi terbatas pada aliran sungai, tetapi mulai merambah lahan-lahan produktif di sepanjang kawasan tepian sungai.

Kondisi itu semakin memburuk ketika terjadi booming emas pada periode 2006 hingga 2008. Masa tersebut sekaligus menandai masuknya penggunaan alat berat dalam skala yang jauh lebih besar.

“Metode tambang berubah masif menggunakan excavator skala besar, di mana satu pemodal bahkan mampu menguasai hingga 35 unit alat berat,” ujar pakar politik lingkungan itu.

Menurut Dewi, saat ini diperkirakan terdapat lebih dari 100 unit ekskavator yang masih beroperasi aktif di Sijunjung. Alat-alat berat tersebut disebut bahkan dapat melintas di jalan publik tanpa kendala hukum.

Masifnya penggunaan alat berat itu, kata Dewi, kemudian mengubah bentang alam di sepanjang DAS Batanghari. Dampaknya tidak hanya dirasakan di Sijunjung, tetapi juga berkaitan dengan kawasan aliran sungai yang membentang hingga Solok Selatan, Solok, dan Kuantan.


halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: DAS BatanghariDewi AnggrainiekskavatorlingkunganPETISijunjungSilokekSumatera BaratSumbartambang emas ilegalTambang IlegalUnand
ShareTweetPin

Berita Terkait

KSPSI Laporkan Dugaan Intimidasi Pekerja dan Dualisme Serikat ke Disnakerin Padang

KSPSI Laporkan Dugaan Intimidasi Pekerja dan Dualisme Serikat ke Disnakerin Padang

6 Oktober 2026
MTQ ke-42 Kota Padang Diikuti 663 Kafilah dari 11 Kecamatan

MTQ ke-42 Kota Padang Diikuti 663 Kafilah dari 11 Kecamatan

6 Oktober 2026
Tim Biliar Padang Targetkan Dua Medali Emas pada Porprov XVI Sumbar 2026

Tim Biliar Padang Targetkan Dua Medali Emas pada Porprov XVI Sumbar 2026

6 Oktober 2026
Massa Geruduk Disnaker Padang, Soroti Dugaan Keberpihakan dan Upah di Bawah UMP

Massa Geruduk Disnaker Padang, Soroti Dugaan Keberpihakan dan Upah di Bawah UMP

6 Oktober 2026
Kabut Asap Selimuti Bukittinggi, Jarak Pandang Terbatas

Kabut Asap Selimuti Bukittinggi, Jarak Pandang Terbatas

6 Oktober 2026
Massa Geruduk Kantor Disnakerin Padang, Bawa Sejumlah Atribut

Massa Geruduk Kantor Disnakerin Padang, Bawa Sejumlah Atribut

6 Oktober 2026
Next Post
PT Semen Padang Peduli Turunkan Tim Medis, Periksa Warga Terdampak Gempa NTT

PT Semen Padang Peduli Turunkan Tim Medis, Periksa Warga Terdampak Gempa NTT

Tinggalkan Komentar

Terpopuler

Enam Polres di Sumatera Barat Punya Wakil Kapolres Baru

22 Kapolsek di 14 Polres di Sumatera Barat Dimutasi

30 September 2026

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

10 April 2026

Hendak Mencuri, Pemuda di Pesisir Selatan Cabuli Penghuni Rumah yang Tidur Telanjang

Hendak Mencuri, Pemuda di Pesisir Selatan Cabuli Penghuni Rumah yang Tidur Telanjang

2 Oktober 2026

Tidur Telanjang, Perempuan Muda di Pesisir Selatan Dicabuli Pemuda yang Ingin Mencuri

Tidur Telanjang, Perempuan Muda di Pesisir Selatan Dicabuli Pemuda yang Ingin Mencuri

4 Oktober 2026

Siswi SMK di Padang Panjang Tewas dalam Kecelakaan Mobil dengan Sepeda Motor

Siswi SMK di Padang Panjang Tewas dalam Kecelakaan Mobil dengan Sepeda Motor

5 Oktober 2026

Dituduh Berbuat Mesum, Sepasang Kekasih Lapor Dugaan Penganiayaan di Padang

Dituduh Berbuat Mesum, Sepasang Kekasih Lapor Dugaan Penganiayaan di Padang

2 Oktober 2026

Ombudsman: Kasus Pertalite Berendapan di Sumbar Tidak Selesai dengan Pemberian Kompensasi    ​

Ombudsman: Kasus Pertalite Berendapan di Sumbar Tidak Selesai dengan Pemberian Kompensasi   ​

4 Oktober 2026

Berita Terkini

Mahkamah Konstitusi Tidak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA atau Sederajat

Mahkamah Konstitusi Tidak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA atau Sederajat

6 Oktober 2026

KSPSI Laporkan Dugaan Intimidasi Pekerja dan Dualisme Serikat ke Disnakerin Padang

KSPSI Laporkan Dugaan Intimidasi Pekerja dan Dualisme Serikat ke Disnakerin Padang

6 Oktober 2026

Mau Bawa Ganja 23 Kg ke Kota Solok, Dua Pemuda Ditangkap di Pasaman

Mau Bawa Ganja 23 Kg ke Kota Solok, Dua Pemuda Ditangkap di Pasaman

6 Oktober 2026

MTQ ke-42 Kota Padang Diikuti 663 Kafilah dari 11 Kecamatan

MTQ ke-42 Kota Padang Diikuti 663 Kafilah dari 11 Kecamatan

6 Oktober 2026

Tumpahan Pertalite Bertemu Percikan Api di Colokan Listrik Jadi Penyebab Kebakaran Bengkel di Padang Pariaman

Tumpahan Pertalite Bertemu Percikan Api di Colokan Listrik Jadi Penyebab Kebakaran Bengkel di Padang Pariaman

6 Oktober 2026

Bengkel di Padang Pariaman Terbakar, Tiga Motor dan Satu Sepeda Hangus

Bengkel di Padang Pariaman Terbakar, Tiga Motor dan Satu Sepeda Hangus

6 Oktober 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami

© 2025 KabarMinang.com.