Kabarminang – Bank Nagari membukukan laba bersih sebesar Rp110,61 miliar pada kuartal I/2026. Kinerja ini menunjukkan kondisi yang tetap terjaga di tengah dinamika industri perbankan.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di Harian Bisnis Indonesia, kinerja Bank Nagari pada awal 2026 masih ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih.
Pendapatan bunga bersih tercatat sebesar Rp486,41 miliar, meningkat 6,44 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan Rp456,98 miliar pada kuartal I/2025.
Di sisi intermediasi, Bank Nagari menyalurkan kredit sebesar Rp20,41 triliun hingga Maret 2026. Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp27,18 triliun atau tumbuh 1,18 persen YoY.
Pertumbuhan DPK terutama didorong oleh peningkatan signifikan pada simpanan giro yang naik 61,37 persen YoY menjadi Rp5,04 triliun.
Dari sisi profitabilitas, rasio net interest margin (NIM) meningkat dari 5,86 persen menjadi 6,20 persen, mencerminkan kemampuan bank dalam mengelola pendapatan bunga.
Permodalan perusahaan juga tetap kuat, dengan rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) meningkat dari 21,13 persen menjadi 21,99 persen.
Di sisi lain, Bank Nagari juga mencatat peningkatan aktivitas operasional yang tercermin dari kenaikan beban operasional, seiring dengan peningkatan kebutuhan bisnis dan penguatan kinerja.
Adapun laba operasional tercatat sebesar Rp107,92 miliar, sementara laba nonoperasional menunjukkan pertumbuhan signifikan menjadi Rp33,88 miliar.
Bank Nagari juga terus menjaga kualitas pengelolaan risiko dan kinerja keuangan secara berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi.
















