Kabarminang – Bank Nagari telah menyalurkan kredit sebesar Rp25,25 triliun hingga April 2026. Pembiayaan tersebut mengalir ke berbagai sektor usaha dan masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, sektor perdagangan, jasa, pertanian hingga pembiayaan konsumtif.
Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra mengatakan penyaluran kredit tersebut menunjukkan komitmen perseroan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah meski industri perbankan menghadapi berbagai tantangan sepanjang awal tahun ini.
Menurutnya, kredit yang disalurkan Bank Nagari memiliki kontribusi besar terhadap aktivitas ekonomi Sumatera Barat karena nilainya setara dengan sekitar 50,83 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumbar.
“Besarnya penyaluran kredit ini menunjukkan peran strategis Bank Nagari dalam menggerakkan ekonomi daerah dan mendukung berbagai sektor usaha masyarakat,” ujarnya dalam konferensi pers di Padang beberapa waktu lalu, dikutip Minggu (7/6/2026).
Selain penyaluran kredit yang mencapai Rp25,25 triliun, Bank Nagari juga menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp27,95 triliun hingga April 2026. Sementara total aset perseroan tercatat mencapai Rp34,21 triliun.
Gusti menjelaskan, salah satu fokus utama pembiayaan Bank Nagari adalah sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Saat ini, pangsa pasar kredit UMKM Bank Nagari mencapai 20,85 persen dari total kredit UMKM di Sumatera Barat. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia.
Menurutnya, dukungan terhadap UMKM menjadi bagian penting dari strategi Bank Nagari dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
“Hal ini menunjukkan bahwa kita di Sumbar memiliki tekad yang sangat besar untuk menggerakkan sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat,” katanya.
Di tengah kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia yang berdampak pada meningkatnya biaya dana perbankan, Bank Nagari tetap berupaya menjaga penyaluran kredit agar tetap tumbuh dan mampu menjangkau berbagai sektor produktif.
Bank Nagari juga terus melakukan berbagai langkah penguatan bisnis melalui optimalisasi operasional, pengelolaan risiko yang lebih baik, serta percepatan penyelesaian kredit bermasalah untuk menjaga kualitas pembiayaan.
Dengan penyaluran kredit yang telah mencapai Rp25,25 triliun, Bank Nagari optimistis dapat terus memperkuat perannya sebagai salah satu penggerak utama ekonomi Sumatera Barat sekaligus mendukung pertumbuhan usaha masyarakat di berbagai sektor.
















