Kabarminang – Antrean truk untuk mengisi solar terlihat mengular dari Simpang Ketaping hingga kawasan SPBU Pisang, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), pada Sabtu (16/5/2026) sore.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah truk berbaris di badan jalan untuk menunggu giliran mengisi solar. Antrean kendaraan berat itu menyebabkan arus lalu lintas di sekitar SPBU melambat, terutama bagi kendaraan yang melintas di jalur tersebut.
Antrean didominasi kendaraan angkutan barang dan truk bertonase besar. Meski demikian, kendaraan pribadi dan sepeda motor masih terlihat melintas di sela-sela antrean truk yang memanjang di tepi jalan.
SPBU Pisang diketahui berada di jalur lintas yang cukup padat dilalui kendaraan di Kota Padang. Kawasan tersebut menjadi salah satu titik pengisian BBM bagi kendaraan berbahan bakar solar.
Seorang sopir truk muatan semen, Dio (29 tahun), mengaku telah mengantre sejak pukul 16.00 WIB. Ia menduga panjangnya antrean disebabkan kelangkaan solar di sejumlah SPBU di Padang.
“Mungkin karena solar saat ini langka. Berdasarkan informasi dari kawan-kawan yang mengisi solar, di beberapa SPBU di Padang solar habis,” ujarnya kepada Kabarminang.com.
Sebelum mengantre solar, kata Dio, ia menjemput muatan semen dari PT Semen Padang di Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan. Ia berencana untuk mengantarkan muatan tersebut ke Bengkulu.
“Semen ini mau saya antar ke Bengkulu. Karena BBM truk tinggal sedikit, makanya isi solar dulu ke Pertamina Pisang ini, kebetulan juga dekat melewati simpang menuju Bengkulu,” tuturnya.
















