Ia menyebut bahwa ia akan tetap menunggu meski pengisian solar belum tentu tersedia dalam waktu dekat. Ia melakukan hal itu agar pengiriman muatan tidak tertunda.
“Kalau memang habis, kemungkinan saya tunggu sampai ada karena harus mengantarkan semen ke Bengkulu,” katanya.
Sopir truk lainnya, Abdul Rahman (52 tahun), juga mengantre untuk mengisi solar di SPBU Pisang. Ia mengaku telah menunggu selama dua jam sejak dari Simpang Ketaping hingga perlahan mendekati area SPBU.
“Sudah dua jam antre, antrean panjang dari lampu merah Simpang Ketaping sampai ke SPBU Pisang,” katanya saat ditemui di dalam truknya.
Abdul Rahman mengatakan bahwa ia hendak pergi ke Kabupaten Tebo, Jambi. Ia berharap tetap mendapatkan solar agar perjalanan dapat dilanjutkan.
“Kalau tidak dapat, terpaksa menunggu lagi, dilanjutkan antre besok. Tapi saya tetap menunggu di sini,” ujarnya.
Hingga kini antrean truk pengisi solar masih terlihat memanjang di tepi badan jalan, sementara para sopir terus menunggu giliran untuk mendapatkan BBM.
















