Kabarminang — Antrean kendaraan yang memburu Biosolar dan Pertalite mengular sekitar satu kilometer di SPBU 14273548 Jalan Raya Padang-Solok, Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), pada Sabtu (11/7/2026) malam.
Berdasarkan pantauan Kabarminang.com di lokasi, antrean panjang pemburu bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi itu didominasi oleh kendaraan roda empat atau lebih, terutama truk bermuatan dan armada logistik yang mengantre Biosolar sejak siang hari.
Antrean kendaraan besar tersebut terpantau memanjang dari tikungan setelah BRI Unit Selayo dari arah Kota Solok sehingga cukup mengganggu kelancaran arus lalu lintas jalur lintas Sumatra tersebut.
Untuk mengantisipasi penutupan akses total, antrean truk dipecah di beberapa titik agar tidak menutupi pintu masuk toko, warung, dan bangunan usaha milik warga setempat.
Seorang sopir truk logistik, Amri (44), mengeluhkan kondisi itu karena durasi tunggu yang sangat lama telah mengacaukan jadwal pengiriman barangnya.
“Saya sudah ikut mengantre di sini sejak sekitar pukul 16.00 WIB. Tetapi, sampai pukul 19.00 WIB sekarang belum juga sampai ke dekat pompa pengisian,” ujar Amri kepada Kabarminang.com.
Ia menyatakan bahwa ia sangat kecewa dengan sulitnya mendapatkan Biosolar bersubsidi di jalur utama yang menghubungkan Kota Padang dan Solok tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
“Sulitnya mendapat solar sekarang membuat estimasi waktu perjalanan kami jadi jauh lebih lama dan biaya operasional membengkak,” ucap pria asal Agam tersebut.















