Meski harus membuang waktu berjam-jam di jalan, Amri terpaksa tetap bertahan di jalur antrean karena tidak memiliki pilihan lain untuk melanjutkan perjalanan jauh.
“Kalau saya nekat membeli biosolar eceran di pinggir jalan, harganya bisa melonjak sampai dua kali lipat dari harga resmi SPBU,” tutur Amri.
Berdasarkan pantauan Kabarminang.com, selain Biosolar, kepadatan yang memakan bahu jalan juga terjadi pada jalur pengisian Pertalite yang didominasi oleh ratusan pengendara sepeda motor. Kendaraan roda dua menumpuk hingga ke luar area SPBU, membuat arus kendaraan dari arah Solok menuju Padang maupun sebaliknya harus melambat.
Hingga berita ini diturunkan, antrean kendaraan di SPBU Koto Baru masih terpantau padat dan belum menunjukkan tanda-tanda akan terurai.















