Kabarminang – Seorang mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Andalas (Unand), Ryan Al Ghifari, dilaporkan hilang kontak dan belum kembali ke rumah sejak November 2025. Hingga kini atau hampir delapan bulan setelah terakhir diketahui meninggalkan rumah, keberadaannya masih belum diketahui.
Berdasarkan informasi yang disampaikan keluarga, Ryan merupakan mahasiswa angkatan 2022 yang tinggal di Jati Baru, Kota Padang. Sejak Ryan dinyatakan hilang, kedua orang tuanya, Ade Melliza dan Irvan Adrian, telah melakukan berbagai upaya untuk menemukan putra mereka.
Irvan mengatakan bahwa beragam langkah pencarian telah ditempuh, dari melaporkan kehilangan ke kepolisian hingga mendatangi tempat kos serta rekan-rekan Ryan.
“Kami telah mencoba menyebarkan foto di berbagai sudut Kota Padang” ujar Ade pada Sabtu (11/7/2026).
Irvan menyampaikan bahwa mereka juga mengikuti tes DNA saat proses identifikasi korban bencana banjir yang terjadi pada akhir tahun lalu. Namun, semua upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Sebelum Ryan dinyatakan hilang, kata Irvan, tidak ada tanda-tanda perubahan sikap maupun permasalahan yang dialami pemuda itu. Ia menyebut bahwa anaknya dikenal sebagai pribadi yang baik serta memiliki prestasi selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.
“Ryan meninggalkan rumah sekitar pukul 02.00 WIB saat hujan turun. Saat itu dompet, telepon genggam, dan laptop miliknya masih tertinggal di kamarnya,” tutur Irvan.
Ade mengatakan bahwa di tengah pencarian yang belum menemukan titik terang itu, ia berharap agar putranya segera kembali ke rumah.
“Ryan, pulang, Nak. Temui mama. Mama tidak marah,” ucap Ade.
Keluarga berharap kepada warga yang memiliki informasi sekecil apa pun mengenai keberadaan Ryan Al Ghifari untuk segera menyampaikannya kepada pihak kepolisian terdekat. Ia berharap informasi dari warga dapat membantu proses pencarian sehingga pemuda itu dapat segera ditemukan dan kembali berkumpul bersama keluarganya. (Muhammad Okta Ilvan)
















