Kabarminang – Praktisi kesehatan sekaligus akademisi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand), dr. Armen Ahmad, mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Barat segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) khusus sebagai langkah mengantisipasi maraknya fenomena LGBT.
Menurut Armen, keberadaan regulasi khusus diperlukan untuk memperkuat perlindungan moral masyarakat sekaligus menjaga nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) yang menjadi falsafah hidup masyarakat Minangkabau.
Pernyataan itu disampaikannya dalam Webinar Internasional BP2DIM Ke-III bertema “Peranan ABS-SBK dalam Menangkal Maraknya LGBT dan Kerusakan Moral di Minangkabau” yang digelar pada Sabtu (30/5/2026).
“Sumatera Barat punya adat yang bersendikan agama Islam. Kita butuh aturan tegas seperti Perda khusus untuk membentengi masyarakat dari penyimpangan ini,” ujar Armen.
Ia menilai fenomena LGBT saat ini menjadi tantangan serius bagi penerapan nilai-nilai ABS-SBK di Sumatera Barat. Karena itu, menurutnya, pemerintah daerah perlu hadir melalui kebijakan yang memberikan landasan hukum bagi upaya pencegahan dan pembinaan.
Selain mendorong pembentukan Perda, Armen juga menekankan pentingnya penguatan ketahanan keluarga sebagai benteng utama dalam menghadapi berbagai persoalan sosial. Ia menyebut kurangnya perhatian orang tua dan minimnya pendidikan agama menjadi salah satu faktor yang membuat remaja rentan terpengaruh lingkungan negatif.
“Penyebab utamanya adalah kurangnya perhatian dan pendidikan agama dari orang tua di rumah. Kondisi ini diperparah oleh pengaruh teman di sekolah atau kampus,” katanya.
Armen juga mendorong agar edukasi mengenai bahaya perilaku menyimpang, narkoba, dan perjudian diperkuat di lingkungan pendidikan. Menurutnya, pendidikan karakter harus diberikan sejak usia dini, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.















