Pernyataan itu menjadi sorotan penting mengingat fenomena pengambilan air sinkhole di Situjuah Batua tidak hanya melibatkan warga setempat, tetapi juga menarik pengunjung dari luar daerah. Keyakinan kolektif yang berkembang tanpa dasar tersebut dinilai berbahaya, baik dari sisi keselamatan fisik maupun dari sisi keimanan.
Sebelumnya, Wali Jorong Tepi, Salmi, menyebut bahwa air dari lubang sinkhole telah diperiksa oleh Badan Geologi Kementerian ESDM. Hasil pemeriksaan menunjukkan tingkat keasaman (pH) air berada pada angka 5,4. Ia mengatakan bahwa hasil pemeriksaan tersebut tidak pernah menyimpulkan adanya khasiat penyembuhan medis dari air tersebut.
Gusrizal mengatakan bahwa MUI Sumbar pun mengingatkan masyarakat untuk tidak mencampuradukkan fenomena alam dengan keyakinan mistis yang tidak berdasar. Ia mengajak umat Islam untuk bersikap rasional, kritis, dan tetap berpegang teguh pada akidah yang lurus.
“Fenomena alam harus disikapi dengan ilmu dan kehati-hatian, bukan dengan keyakinan yang dibangun atas asumsi dan cerita dari mulut ke mulut,” ucapnya.
















