Dalam upaya mengatasi kendala tersebut, kata Doni, pemerintah meluncurkan Program KPR FLPP, sebuah inisiatif yang memiliki dampak positif dalam memberikan akses perumahan kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Ia menyebut bahwa program itu bukan hanya tawaran pembiayaan perumahan, melainkan juga sebuah langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan dan merajut mimpi-mimpi kepemilikan rumah di seluruh negeri.
Dikutip dari “BTN Kuasai 46,7% Penyaluran KPR Sejahtera FLPP Sepanjang 2025” (MetroTVnews.com, 24 Desember 2025), BTN menjadi penyalur KPR Sejahtera dengan skema FLPP terbesar secara nasional sepanjang 2025. Total realisasi penyaluran BTN mencapai 128.608 unit rumah subsidi atau setara 46,7 persen dari total penyaluran nasional sebanyak 270.985 unit hingga 22 Desember 2025.
Berdasarkan catatan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), BTN mencatatkan realisasi penyaluran tertinggi di antara 39 bank penyalur KPR Sejahtera FLPP. Penyaluran tersebut melibatkan 8.058 pengembang dengan total 13.118 perumahan yang tersebar di 33 provinsi dan 401 kabupaten/kota.
Sementara itu, sejak 1976 hingga Desember 2025, BTN mencatatkan penyaluran 5,97 juta unit kredit perumahan dengan total nilai Rp 555,11 triliun. Dikutip dari “76 Tahun BTN, Penyaluran Kredit Perumahan Tembus 5,97 Juta Unit” (Kontan.co.id, 17 Februari 2025), mayoritas pembiayaan tersebut mengalir ke segmen KPR subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan bahwa pembiayaan perumahan telah menjadi DNA perseroan sejak menyalurkan KPR pertama di Indonesia pada 1976.
Secara rinci, dari total 5.976.874 unit kredit perumahan yang disalurkan, KPR subsidi mencapai 4,4 juta unit dengan nilai Rp 300,99 triliun. Rinciannya, KPR subsidi konvensional sebanyak 4,06 juta unit senilai Rp 258,27 triliun dan KPR subsidi syariah 338.097 unit dengan plafon Rp 42,72 triliun.
Pengurangan dan penangguhan cicilan
Sejak 2018, Win mencicil KPR sebesar Rp1 juta. Hingga awal 2020 ia mampu membayar cicilan tersebut karena penghasilannya lumayan banyak. Namun, ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia, penghasilannya menurun drastis karena jumlah penumpang juga turun. Win mengatakan bahwa hal itu terjadi karena orang takut bertemu dengan orang lain lantaran takut tertular virus yang mengakibatkan Covid-19.
Karena penghasilannya menurun sehingga sulit membayar cicilan KPR, Win mengajukan pengurangan cicilan kepada BTN Kantor Cabang Padang. Permintaannya disetujui oleh BTN.















