“Berkat BTN, masyarakat berpenghasilan rendah dan tidak tetap seperti saya bisa punya rumah, sesuatu yang sebelumnya tidak mungkin bisa saya dapatkan dengan penghasilan dari pekerjaan saya selama ini,” ucap Win.
Rumah yang dibeli Win ialah rumah tipe 36 dengan luas tanah 84 meter persegi. Bagi Win dan istrinya, rumah itu, meski hanya punya satu kamar, jauh lebih lapang dari rumah kontrakannya sebelumnya. Yang membuat rumah itu terasa lebih lapang bagi mereka ialah karena mereka merasa lega sebab pada usia yang hampir 60 tahun waktu itu mereka akhirnya punya rumah.
Pengembang Perumahan Kandis Asri, Doni Tasman, mengatakan bahwa pihaknya membangun rumah subsidi tersebut berdasarkan Program KPR bersubsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang difasilitasi pemerintah dan disalurkan lewat BTN sebagai salah satu bank penyalur. Sebagai pebisnis, ia tentu mencari keuntungan finansial dari membangun perumahan tersebut. Namun, di balik itu ia memiliki motivasi lain, yaitu membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah.
Doni menuturkan bahwa ia membangun sekitar 164 rumah di Perumahan Kandis Asri dengan beberapa tahap sejak 2014 sampai 2018. Ia mengatakan bahwa rumah yang ia bangun semuanya tipe 36 dengan luas tanah mayoritas 84 meter persegi.
“Ada juga yang luas tanahnya 72 meter persegi, tetapi jumlah rumahnya sedikit,” ucapnya.
Doni mengatakan bahwa rumah subsidi tersebut terjual dengan cepat, misalnya dalam 4 bulan terjual 30 rumah. Menurutnya, rumah subsidi terjual secara cepat karena harganya murah; bunga kecil, yaitu 5 persen dan tetap hingga lunas, tidak seperti rumah nonsubsidi, yang bunganya sekitar 13 persen dan tidak tetap.
Doni menjelaskan bahwa KPR FLPP merupakan program pemerintah yang memberikan kemudahan pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan suku bunga rendah dan uang muka mulai 1 persen, katanya, program itu menjadi solusi tepat bagi keluarga yang ingin memiliki rumah pertama. Melalui bank penyalur seperti BTN, katanya, program itu menawarkan proses yang mudah dan berbagai keuntungan untuk mewujudkan impian memiliki hunian.
Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, impian memiliki rumah sendiri sering kali menjadi tantangan yang sulit diatasi. Faktor ekonomi, suku bunga yang tinggi, dan persyaratan kredit yang ketat merupakan beberapa hal yang sering kali menjadi penghambat untuk mewujudkan impian memiliki tempat tinggal yang nyaman.















