“Waktu itu penumpang ojek pangkalan ramai. Paling sedikit saya membawa uang Rp100 ribu ke rumah di luar uang makan dan bensin,” ucap Win.
Dari penghasilan tersebut, Win menabung untuk membayar uang muka rumah subsidi BTN sebanyak Rp5 juta. Dengan penghasilan itu, ia juga berani untuk membeli rumah subsidi karena merasa mampu membayar cicilan sekitar Rp800 ribu sampai Rp1 juta per bulan.

Pada 2018 Win mendapatkan informasi bahwa ada pengembang perumahan yang membangun puluhan rumah subsidi KPR BTN di Jalan Bandes, Kelurahan Aia Pacah. Ia kemudian menemui pengembang itu. Setelah dimintai sejumlah syarat, seperti KTP, kartu keluarga, dan surat nikah, ia dibawa oleh pengembang ke BTN Kantor Cabang Padang di Jalan Rasuna Said Nomor 3, Jati Baru, Kecamatan Padang Timur, untuk akad pembelian rumah. Namun, ia tidak mau melakukan akad sebelum rumahnya selesai dibangun.
“Pihak BTN pun meminta pengembang untuk menyelesaikan pembangunan rumah sebelum membawa nasabah untuk melakukan akad di kantor BTN,” tutur Win.
Setelah pengembang menyelesaikan pembangunan rumah beberapa waktu kemudian, Win datang lagi ke BTN Kantor Cabang Padang untuk melakukan akad. Setelah itu, ia diberi kunci rumah. Dari kantor BTN, ia tidak sabar untuk pulang ke rumah kontrakannya guna memberikan kunci rumah itu kepada istrinya.
Ketika Win tiba di rumah kontrakannya dan memberikan kunci rumah kepada istrinya, istrinya menangis karena terharu. Win juga ikut meneteskan air mata bahagia karena rumah merupakan hadiah terbesar yang pernah ia berikan kepada istrinya dan merupakan keinginan terbesar sang istri selama ini.
“Rumah bukan hanya tempat pulang, tetapi harga diri. Dengan punya rumah sendiri, kami tak perlu khawatir jika disuruh pergi oleh pemilik kontrakan, dan tak perlu khawatir harga sewa kontrakan dinaikkan sewaktu-waktu,” tutur Win.
Banyak kerabat dan teman Win yang tidak percaya bahwa ia bisa punya rumah karena ia hanya tukang ojek pangkalan dengan penghasilan tidak tetap. Mertuanya juga tercengang karena tahu kehidupan anak dan menantunya susah, tetapi bisa membeli rumah.















