Berangkat dengan Berjalan Kaki
Rasulullah SAW juga mencontohkan untuk berjalan kaki menuju tempat salat Id apabila memungkinkan. Selain itu, beliau pulang melalui jalan yang berbeda dari jalan ketika berangkat.
Kebiasaan ini mengandung hikmah memperluas silaturahmi, memperbanyak syiar Islam, serta memberi kesempatan bertemu dan saling menyapa dengan sesama Muslim di hari raya.
Berjalan kaki menuju lapangan salat juga mencerminkan kesederhanaan dan kerendahan hati dalam beribadah kepada Allah SWT.
Mengajak Seluruh Keluarga Menghadiri Salat Id
Iduladha merupakan hari besar yang dirayakan seluruh umat Islam. Karena itu, Rasulullah SAW menganjurkan agar seluruh anggota keluarga turut hadir ke lapangan salat, termasuk perempuan dan anak-anak.
Bahkan dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa perempuan yang sedang haid tetap dianjurkan hadir untuk mendengarkan khutbah dan merasakan suasana hari raya, meskipun tidak ikut melaksanakan salat.
Hal tersebut menunjukkan bahwa Iduladha bukan hanya ibadah individual, tetapi juga momentum kebersamaan umat Islam.
Menghidupkan Sunnah dan Mempererat Ukhuwah
Adab-adab menuju salat Iduladha mengandung pesan penting tentang kesucian hati, rasa syukur, dan kebersamaan. Dengan mengikuti sunnah Rasulullah SAW, umat Islam tidak hanya mendapatkan pahala ibadah, tetapi juga memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Setiap langkah menuju lapangan salat Iduladha menjadi simbol penghambaan kepada Allah SWT sekaligus wujud cinta kepada sunnah Nabi Muhammad SAW.















