Kabarminang — Polisi menetapkan Bendahara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dharmasraya sebagai tersangka dalam kasus korupsi dana pemulasaran jenazah pasien korban Covid-19. Dalam kasus itu ditemukan kerugian negara Rp604,6 juta.
Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi Satuan Reserse Kriminal Polres Dharmasraya, Aiptu T. Indra Budianto, mengatakan bahwa pihaknya menetapkan bendahara berinisial DR (44 tahun) itu sebagai tersangka pada Rabu (23/9/2026) setelah memeriksa 37 saksi dan dua ahli. Meski demikian, pihaknya belum menangkap DR untuk memberi perempuan tersebut waktu guna mengungkapkan siapa saja yang menikmati uang dugaan korupsi itu.
“Senin besok DR akan diperiksa sebagai tersangka,” ujar Budi kepada Kabarminang.com pada Kamis (24/9/2026).
Budi menyampaikan bahwa pihaknya menyelidiki kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan anggaran pemulasaran jenazah pasien korban Covid-19 periode 2021, 2022, dan 2023 di Dharmasraya. Ia menginformasikan bahwa dari Rp762,3 juta total dana tersebut, DR diduga mengorupsi Rp604,6 juta di antaranya. Sementara itu, Rp157,7 juta lagi, katanya, sudah dibayarkan DR kepada petugas pemulasaran jenazah.
Budi menerangkan bahwa dana Rp604,6 juta tersebut merupakan dana honor puluhan penggali kubur dan pembawa jenazah pasien korban Covid-19. Ia menyebut bahwa tersangka tidak membayarkan dana honor tersebut kepada para penggali kubur dan pembawa jenazah.
“Tersangka menggunakan uang itu untuk kebutuhan sehari-hari keluarganya,” ucap Budi.
Budi menyampaikan bahwa keberhasilan pihaknya mengungkap kasus dugaan korupsi itu merupakan kebanggaan tersendiri baginya. Ia menyebut bahwa pihaknya menemukan kerugian negara dalam pengelolaan dana pemulasaran jenazah pasien korban Covid-19 periode 2021, 2022, dan 2023, sedangkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Wilayah Sumbar tidak menemukan kerugian tersebut.
Dalam mengungkap kasus tersebut, Budi menceritakan bahwa awalnya pihaknya menemukan kejanggalan dalam foto-foto kuburan jenazah pasien korban Covid-19 yang terdapat dalam dokumen BPBD Dharmasraya. Dalam foto-foto tersebut, katanya, kuburan-kuburan itu modelnya mewah.






















