Kabarminang – Di usia yang baru menginjak enam tahun, Adiba, bocah perempuan asal Jorong Jalan Balantai, Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok, tengah berjuang melawan Acute Myeloid Leukemia (AML), salah satu jenis leukemia akut yang bersifat agresif dan berkembang cepat. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dan empat siklus kemoterapi, Adiba kini membutuhkan transplantasi sumsum tulang (Bone Marrow Transplant/BMT) dengan biaya sekitar Rp2,5 miliar.
Ayah Adiba, Andas (39), mengatakan keluarganya yang kini merantau ke Jakarta berupaya sekuat tenaga mendampingi proses pengobatan putrinya. Namun, keterbatasan ekonomi membuat keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan biaya transplantasi yang menjadi harapan terakhir bagi Adiba.
Menurut Andas, kondisi kesehatan putrinya mulai berubah pada awal 2025 ketika Adiba mulai bersekolah di PAUD. Sebelumnya, Adiba dikenal sebagai anak yang ceria, aktif, rajin, mudah bergaul, serta dekat dengan guru-gurunya.
Namun, tidak lama kemudian Adiba mulai sering kehilangan semangat, wajahnya tampak pucat, mudah lelah sepulang sekolah, dan beberapa kali mengeluhkan nyeri pada bagian pinggang.
“Kami awalnya membawa Adiba ke puskesmas karena sering mengeluh sakit. Setelah itu karena membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, Adiba dirujuk ke rumah sakit,” ujar Andas, Selasa (28/7/2026).
Adiba kemudian menjalani pemeriksaan di Eka Hospital Permata Hijau. Pada awalnya, keluarga menyebut dokter menduga Adiba mengalami kekurangan gizi. Namun, kondisinya terus memburuk.
Memasuki Agustus 2025, Adiba mulai tidak mampu berjalan, mengalami nyeri pada persendian, jari-jari membengkak, dan mengalami pilek berkepanjangan selama berbulan-bulan.
Setelah menjalani berbagai pemeriksaan, Adiba dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Kita. Dokter sempat menduga ia mengalami penyakit autoimun, tuberkulosis (TBC), hingga beberapa kemungkinan penyakit lainnya.















