Kabarminang – Kualitas udara di Kota Padang, Sumatera Barat, berada dalam kategori berbahaya pada Senin (14/9/2026) pagi. Kondisi tersebut terpantau dengan indeks kualitas udara atau AQI yang mencapai 698.
Data tersebut dilihat melalui website IQAir pada pukul 07.34 WIB. Berdasarkan data yang ditampilkan, polutan utama yang terpantau adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 425,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Pada saat data ditampilkan, suhu udara di Padang tercatat 25 derajat Celsius, kecepatan angin 9 kilometer per jam, dan kelembapan mencapai 69 persen.
Berdasarkan prakiraan kualitas udara per jam, AQI Padang diperkirakan berangsur turun sepanjang hari. Pada pukul 08.00, AQI diperkirakan berada di angka 598, kemudian turun menjadi 547 pada pukul 09.00.
Selanjutnya, AQI diperkirakan berada di angka 496 pada pukul 10.00, 445 pada pukul 11.00, dan 396 pada pukul 12.00. Pada pukul 13.00, angkanya diperkirakan turun menjadi 346.
Kemudian pada pukul 14.00, AQI diperkirakan berada di angka 295 dan kembali turun menjadi 244 pada pukul 15.00. Pada pukul 16.00, AQI diperkirakan mencapai 192, kemudian turun menjadi 141 pada pukul 17.00.
Pada pukul 18.00 AQI diperkirakan berada di angka 89. Angka tersebut kemudian tetap 89 pada pukul 19.00 dan turun menjadi 88 pada pukul 20.00 WIB.
Selain prakiraan per jam, data prakiraan harian menunjukkan AQI diperkirakan berada di angka 83 pada Selasa (15/9/2026), 81 pada Rabu (16/9/2026), dan 73 pada Kamis (17/9/2026). Kemudian, AQI diperkirakan berada di angka 84 pada Jumat (18/9/2026), 83 pada Sabtu (19/9/2026), dan kembali meningkat menjadi 112 pada Minggu (20/9/2026).
Dengan kondisi kualitas udara yang berada dalam kategori berbahaya, masyarakat Kota Padang diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.















