Selasa, September 1, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis

Ketika Bullying Meledak Menjadi Bom

Qadri Hayatul
Jumat, 17 Juli 2026 00:32
in Artikel & Opini
Dr. Hendrizal, S.IP., M.Pd. adalah Ketua Pulaupanjang HAJeF Project (PHP) Pasaman Barat, Sumbar; Dosen bidang PPKn.

Dr. Hendrizal, S.IP., M.Pd. adalah Ketua Pulaupanjang HAJeF Project (PHP) Pasaman Barat, Sumbar; Dosen bidang PPKn.


Penulis: Dr. Hendrizal, S.IP., M.Pd.

Kabarminang – Dentuman di MAN 3 Padang pada Selasa, 14 Juli 2026, seharusnya tidak hanya mengguncang tembok sekolah. Dentuman itu mestinya juga mengguncang cara kita memahami kekerasan di lingkungan pendidikan. Sebab, bom yang meledak di sekolah bukan sekadar persoalan kriminal, melainkan alarm keras bahwa ada luka sosial yang selama ini dibiarkan membusuk.

Beruntung tidak ada korban jiwa. Namun, jangan sampai ketiadaan korban membuat kita merasa persoalan telah selesai. Justru sebaliknya, bangsa ini sedang dihadapkan pada sebuah pertanyaan yang jauh lebih besar: bagaimana mungkin sebuah ruang yang seharusnya menjadi tempat anak belajar justru berubah menjadi ruang yang melahirkan dendam sedemikian dalam?

Polisi memang masih mendalami motif secara menyeluruh. Keterangan awal menyebut pelaku berinisial RGJ (17) mengaku mengalami tekanan psikologis akibat sering menjadi korban bullying oleh teman sekelasnya. Polda Sumatera Barat menegaskan bahwa informasi tersebut masih merupakan hasil pemeriksaan awal sehingga belum dapat dijadikan kesimpulan akhir. Namun, dugaan itu sudah cukup menjadi peringatan bahwa perundungan tidak boleh lagi dianggap sebagai kenakalan remaja biasa.

Selama bertahun-tahun, bullying sering diperlakukan seperti angin lalu. Korban diminta bersabar. Guru menyebutnya “bercanda”. Orang tua menyarankan agar anak lebih kuat. Teman-teman memilih diam karena takut ikut menjadi sasaran. Akibatnya, pelaku merasa kebal, sedangkan korban memendam luka sendirian.

Ironisnya, luka psikologis memiliki cara yang berbeda dalam mencari jalan keluar. Sebagian anak memilih menangis. Sebagian menarik diri dari lingkungan sosial. Sebagian mengalami depresi. Dalam kasus yang lebih ekstrem, ada yang kehilangan harapan hidup. Dan dalam kondisi tertentu, kemarahan yang dipendam bertahun-tahun dapat berubah menjadi tindakan destruktif.

Kasus di MAN 3 Padang memperlihatkan kemungkinan itu. Berdasarkan pemeriksaan awal, pelaku bahkan disebut belajar merakit bahan peledak secara mandiri melalui internet selama beberapa bulan menggunakan bahan-bahan yang relatif mudah diperoleh. Polisi juga menduga sasaran aksinya mengarah kepada teman sekelas yang dianggap sering melakukan perundungan, meskipun seluruh keterangan tersebut masih terus diverifikasi.

Di sinilah letak persoalan yang sesungguhnya. Internet memang menyediakan pengetahuan tanpa batas. Namun, ketika seorang remaja yang sedang terluka secara psikologis menemukan informasi tentang cara membuat bom lebih mudah daripada menemukan bantuan psikologis, berarti ada yang salah dalam ekosistem pendidikan kita.

Unesco dalam berbagai kajian tentang kekerasan di sekolah berulang kali menunjukkan bahwa bullying bukan hanya berdampak terhadap prestasi akademik, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental, kecemasan, depresi, hingga perilaku agresif pada korban. Persoalan ini tidak mengenal batas negara maupun status sekolah. Ia hadir di sekolah negeri, madrasah, sekolah swasta, bahkan sekolah unggulan.


halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: bom rakitanBullyingkekerasan di sekolahKesehatan MentalMAN 3 PadangOpiniPendidikanperundungansekolahSumatera Barat

Berita Terkait

Gen Z Terhimpit: Antara Tekanan Ekonomi, Budaya Hedonis, dan Krisis Tujuan Hidup

Gen Z Terhimpit: Antara Tekanan Ekonomi, Budaya Hedonis, dan Krisis Tujuan Hidup

27 Agustus 2026
Pejabat dan Skandal Asusila di Ranah Minang: Masih Adakah Rasa Malu?

Pejabat dan Skandal Asusila di Ranah Minang: Masih Adakah Rasa Malu?

25 Agustus 2026
Komisi VIII Desak Kementerian Komdigi Blokir Akun dan Konten LGBT

6 Ayat Alquran tentang Keharaman LGBT Berdasarkan Penjelasan Para Ulama Tafsir

12 Juli 2026
Korupsi Imipas: Ketika Penyimpangan Menjadi Kebiasaan di Lingkungan Birokrasi

Korupsi Imipas: Ketika Penyimpangan Menjadi Kebiasaan di Lingkungan Birokrasi

7 Juni 2026
Kurban, Rokok, dan Refleksi Amanah

Kurban, Rokok, dan Refleksi Amanah

27 Mei 2026
Ketika Hukum Tampak Tidak Konsisten

Ketika Hukum Tampak Tidak Konsisten

29 Maret 2026
Next Post
18 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Jalan Tol Pekanbaru—Dumai hingga Juli 2026

18 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Jalan Tol Pekanbaru—Dumai hingga Juli 2026

Tinggalkan Komentar

TERPOPULER

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

10 April 2026

Anak Butuh ASI, Tersangka Korupsi Dana Nagari Rp382 Juta di Solok Dialihkan Jadi Tahanan Kota

Anak Butuh ASI, Tersangka Korupsi Dana Nagari Rp382 Juta di Solok Dialihkan Jadi Tahanan Kota

26 Agustus 2026

Viral Video Mesum Diduga ASN Pemprov Sumbar di Ruang Kerja, Ini Kata Sekda

Viral Video Mesum Diduga ASN Pemprov Sumbar di Ruang Kerja, Ini Kata Sekda

24 Agustus 2026

Motor dan Mobil Tabrakan di Pasaman Barat, Seorang Pelajar Tewas

Motor dan Mobil Tabrakan di Pasaman Barat, Seorang Pelajar Tewas

29 Agustus 2026

Tegur Pendaki Gunung Talang Buang Sampah dan Lewati Jam Malam, Warga Solok Dikeroyok Puluhan Orang

Tegur Pendaki Gunung Talang Buang Sampah dan Lewati Jam Malam, Warga Solok Dikeroyok Puluhan Orang

24 Agustus 2026

Perempuan 21 Tahun Bawa 1,01 Kg Sabu ke BIM, Ditangkap di Jalan Lintas Padang-Bukittinggi

Perempuan 21 Tahun Bawa 1,01 Kg Sabu ke BIM, Ditangkap di Jalan Lintas Padang-Bukittinggi

27 Agustus 2026

Sedang Cabuli Siswi SMP, Pemuda Sijunjung Digerebek Warga, Celana Keduanya Sudah Terlepas

Sedang Cabuli Siswi SMP, Pemuda Sijunjung Digerebek Warga, Celana Keduanya Sudah Terlepas

30 Agustus 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Artikel & Opini
  • Bank Nagari
  • DPRD Sumatera Barat
  • Ekonomi & Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Ranah Minang
  • Pilkada
  • Politik
  • PT Semen Padang
  • Ramadhan
  • Tekno
  • Kabar Sumbar
  • Kabupaten Dharmasraya
  • Kabupaten Limapuluh Kota
  • Kabupaten Padang Pariaman
  • Kabupaten Pasaman Barat
  • Kabupaten Sijunjung
  • Kabupaten Solok
  • Kabupaten Solok Selatan
  • Kota Bukittinggi
  • Kota Padang
  • Kota Padang Panjang
  • Kota Pariaman
  • Kota Payakumbuh
  • Kota Solok
  • Kabar Rantau

© 2025 KabarMinang.com.