Sabtu, Oktober 17, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
Home Artikel & Opini

Ketika Bullying Meledak Menjadi Bom

Qadri Hayatul
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:32
in Artikel & Opini
Dr. Hendrizal, S.IP., M.Pd. adalah Ketua Pulaupanjang HAJeF Project (PHP) Pasaman Barat, Sumbar; Dosen bidang PPKn.

Dr. Hendrizal, S.IP., M.Pd. adalah Ketua Pulaupanjang HAJeF Project (PHP) Pasaman Barat, Sumbar; Dosen bidang PPKn.

Share on FacebookShare on Twitter

Indonesia sendiri sebenarnya tidak kekurangan regulasi. Kementerian Pendidikan telah berkali-kali mengampanyekan sekolah ramah anak, pencegahan kekerasan, serta penguatan karakter peserta didik. Namun regulasi yang baik sering kali berhenti sebagai spanduk di depan sekolah. Di ruang kelas, budaya mengejek, mempermalukan, mengucilkan, hingga menyebarkan hinaan melalui media sosial masih berlangsung hampir setiap hari.

Yang lebih mengkhawatirkan, bentuk bullying kini jauh lebih kompleks dibanding sepuluh tahun lalu. Dahulu perundungan berhenti ketika bel sekolah berbunyi. Kini, melalui grup WhatsApp, Instagram, TikTok, hingga berbagai platform digital lainnya, korban dapat terus menerima hinaan selama dua puluh empat jam sehari. Sekolah selesai, tetapi perundungan tidak pernah pulang.

Karena itu, penyelesaian kasus seperti ini tidak cukup hanya melalui pendekatan hukum. Penegakan hukum memang penting, apalagi menyangkut penggunaan bahan peledak yang membahayakan keselamatan banyak orang. Namun, hukum hanya menangani akibat. Ia tidak otomatis menyembuhkan akar masalah.

Akar persoalannya adalah kesehatan mental peserta didik yang selama ini masih menjadi “mata pelajaran yang hilang” dalam pendidikan kita. Banyak sekolah memiliki laboratorium komputer, laboratorium sains, bahkan studio multimedia yang megah. Namun, berapa banyak sekolah yang benar-benar memiliki layanan konseling yang aktif, mudah diakses, dipercaya siswa, serta mampu mendeteksi gejala tekanan psikologis sejak dini?

Tidak sedikit guru bimbingan dan konseling harus menangani ratusan bahkan ribuan siswa sekaligus. Dalam kondisi demikian, sulit mengharapkan layanan pendampingan psikologis yang benar-benar efektif. Padahal, banyak kasus kekerasan sebenarnya diawali oleh tanda-tanda kecil yang sudah terlihat jauh sebelumnya: siswa menjadi pendiam, sering membolos, prestasi menurun, menarik diri dari pergaulan, atau menunjukkan ledakan emosi yang tidak biasa.

Kasus MAN 3 Padang juga menjadi pelajaran bahwa budaya diam sama berbahayanya dengan tindakan bullying itu sendiri. Ketika teman-teman mengetahui ada korban yang terus-menerus dirundung tetapi memilih tidak melapor, ketika guru melihat perubahan perilaku siswa tetapi menganggapnya sebagai fase remaja, atau ketika orang tua menganggap anak hanya sedang malas sekolah, sesungguhnya semua sedang ikut memperpanjang penderitaan korban.

Sosiolog Johan Galtung menyebut keadaan seperti ini sebagai kekerasan struktural. Kekerasan tidak selalu berbentuk pukulan atau tendangan. Ia juga dapat muncul ketika sebuah sistem gagal melindungi mereka yang seharusnya dilindungi. Dalam konteks sekolah, kegagalan mendeteksi dan menghentikan bullying merupakan bentuk kekerasan yang bekerja secara diam-diam, tetapi dampaknya bisa sangat besar.

Karena itu, tragedi ini tidak boleh berakhir hanya sebagai berita kriminal beberapa hari. Ia harus menjadi momentum evaluasi nasional mengenai sistem perlindungan peserta didik. Sekolah perlu membangun mekanisme pelaporan bullying yang benar-benar aman bagi korban. Guru harus memperoleh pelatihan yang lebih serius mengenai deteksi dini gangguan psikologis remaja. Orang tua perlu membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan anak. Pemerintah daerah harus memperkuat layanan psikologi sekolah, bukan sekadar menjalankan program seremonial. Dan masyarakat harus berhenti menganggap perundungan sebagai bagian normal dari proses pendewasaan.


halaman 2 dari 3
Prev123Selanjutnya
Tags: bom rakitanBullyingkekerasan di sekolahKesehatan MentalMAN 3 PadangOpiniPendidikanperundungansekolahSumatera Barat
ShareTweetPin

Berita Terkait

Basirabuik di Pariangan: Ketika Muluik Menyatukan Generasi

Basirabuik di Pariangan: Ketika Muluik Menyatukan Generasi

5 Oktober 2026
Gen Z Terhimpit: Antara Tekanan Ekonomi, Budaya Hedonis, dan Krisis Tujuan Hidup

Gen Z Terhimpit: Antara Tekanan Ekonomi, Budaya Hedonis, dan Krisis Tujuan Hidup

27 Agustus 2026
Pejabat dan Skandal Asusila di Ranah Minang: Masih Adakah Rasa Malu?

Pejabat dan Skandal Asusila di Ranah Minang: Masih Adakah Rasa Malu?

25 Agustus 2026
Komisi VIII Desak Kementerian Komdigi Blokir Akun dan Konten LGBT

6 Ayat Alquran tentang Keharaman LGBT Berdasarkan Penjelasan Para Ulama Tafsir

12 Juli 2026
Korupsi Imipas: Ketika Penyimpangan Menjadi Kebiasaan di Lingkungan Birokrasi

Korupsi Imipas: Ketika Penyimpangan Menjadi Kebiasaan di Lingkungan Birokrasi

7 Juni 2026
Kurban, Rokok, dan Refleksi Amanah

Kurban, Rokok, dan Refleksi Amanah

27 Mei 2026
Next Post
18 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Jalan Tol Pekanbaru—Dumai hingga Juli 2026

18 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Jalan Tol Pekanbaru—Dumai hingga Juli 2026

Tinggalkan Komentar

Terpopuler

Polisi Datangi Rumah Dua Pria yang Viral Mengadang Pengendara Motor di Kota Solok

Polisi Datangi Rumah Dua Pria yang Viral Mengadang Pengendara Motor di Kota Solok

14 Oktober 2026

Dicari Setelah Videonya Cegat Pengendara Viral, 2 Penagih Utang di Kota Solok Datangi Kantor Polisi

Dicari Setelah Videonya Cegat Pengendara Viral, 2 Penagih Utang di Kota Solok Datangi Kantor Polisi

15 Oktober 2026

Warga Keluhkan Pelayanan RS Paru Sumatera Barat, dari Salah Obat hingga Tabung Oksigen Jatuh

Warga Keluhkan Pelayanan RS Paru Sumatera Barat, dari Salah Obat hingga Tabung Oksigen Jatuh

11 Oktober 2026

Tinggal Sendiri, Pria 72 Tahun di Pesisir Selatan Tewas di Rumah, 6 Anak di Jakarta

Tinggal Sendiri, Pria 72 Tahun di Pesisir Selatan Tewas di Rumah, 6 Anak di Jakarta

13 Oktober 2026

Perempuan Asal Padang Pariaman yang Terjatuh di Air Terjun Robo Lima Puluh Kota Ditemukan Tewas

Perempuan Asal Padang Pariaman yang Terjatuh di Air Terjun Robo Lima Puluh Kota Ditemukan Tewas

16 Oktober 2026

Imam yang Cabuli 2 Anak Kandung di Sijunjung Ancam Tak Biayai Kuliah Korban jika Tolak Dicabuli

Imam yang Cabuli 2 Anak Kandung di Sijunjung Ancam Tak Biayai Kuliah Korban jika Tolak Dicabuli

14 Oktober 2026

Detik-Detik Pemotor Dipepet Pria Tak Dikenal Usai Beli Emas di Kota Solok

Detik-Detik Pemotor Dipepet Pria Tak Dikenal Usai Beli Emas di Kota Solok

13 Oktober 2026

Berita Terkini

Pemko Padang Luncurkan Sekolah Siaga Kependudukan, Dorong Literasi Kependudukan Generasi Muda

Pemko Padang Luncurkan Sekolah Siaga Kependudukan, Dorong Literasi Kependudukan Generasi Muda

16 Oktober 2026

Tabrak Truk Parkir dengan Sepeda Motor, Seorang Pemuda di Pasaman Barat Tewas Seketika

Tabrak Truk Parkir dengan Sepeda Motor, Seorang Pemuda di Pasaman Barat Tewas Seketika

16 Oktober 2026

Diduga Tawuran Bersenjata Tajam, 12 Pelajar dari 5 SMP di Padang Diamankan Dubalang

Diduga Tawuran Bersenjata Tajam, 12 Pelajar dari 5 SMP di Padang Diamankan Dubalang

16 Oktober 2026

Dua Ruko di Lima Puluh Kota Ludes Terbakar, Api Diduga Berasal dari Penyimpanan BBM

Dua Ruko di Lima Puluh Kota Ludes Terbakar, Api Diduga Berasal dari Penyimpanan BBM

16 Oktober 2026

Pascabanjir Bandang Solok, Ancaman Penyakit Mengintai Warga

Masa Tanggap Darurat Banjir Bandang Solok Berakhir, Masuk Fase Pemulihan

16 Oktober 2026

Setelah Wisatawan Terjatuh dan Tewas, Air Terjun Puncak Robo di Lima Puluh Kota Ditutup

Setelah Wisatawan Terjatuh dan Tewas, Air Terjun Puncak Robo di Lima Puluh Kota Ditutup

16 Oktober 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami

© 2025 KabarMinang.com.