Lebih penting lagi, pendidikan karakter tidak boleh berhenti pada hafalan nilai-nilai moral di atas kertas. Menghormati teman, menghargai perbedaan, berempati terhadap penderitaan orang lain, dan berani membela korban harus menjadi kebiasaan yang hidup dalam keseharian sekolah.
Kita tentu berharap hasil penyelidikan kepolisian nantinya dapat mengungkap fakta secara utuh mengenai motif, kronologi, dan seluruh faktor yang melatarbelakangi peristiwa ini. Proses hukum harus berjalan objektif sesuai prinsip perlindungan anak dan berdasarkan alat bukti yang lengkap. Namun, apa pun kesimpulan akhirnya, satu pelajaran sudah sangat jelas: tidak ada bom yang lahir begitu saja.
Ia sering didahului oleh ledakan-ledakan kecil yang selama ini tidak pernah kita dengarkan, misalnya ejekan yang dianggap candaan, penghinaan yang dianggap biasa, dan tangisan yang tak pernah memperoleh ruang untuk didengar. Ketika sekolah gagal mendengar jeritan seorang anak, suatu hari kita mungkin hanya akan mendengar dentuman yang jauh lebih keras. Dan pada saat itu, penyesalan selalu datang terlambat.
* Dr. Hendrizal, S.IP., M.Pd. adalah Direktur Pulaupanjang HAJeF Project (PHP) Pasaman Barat, Sumbar; Dosen bidang PPKn FKIP UBH.















