Kabarminang — Pemerintah Kota Bukittinggi bersama International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) 2026 dan Polda Sumatera Barat menggelar penanaman 1.000 pohon dalam rangka memperingati 100 Tahun Jam Gadang. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Tabiang Barasok, Kamis (4/6/2026).
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang sekaligus upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Ia menyebut kegiatan yang diinisiasi oleh Kapolda Sumatera Barat bersama IMLF 2026 itu sejalan dengan program Pemerintah Kota Bukittinggi dalam mewujudkan Bukittinggi Go Green.
Program tersebut meliputi revitalisasi taman kota, pengembangan geopark, pembangunan berkonsep green building, serta peningkatan ruang terbuka hijau.
“Penanaman 1.000 pohon menjadi simbol kepedulian kita terhadap lingkungan sekaligus bagian dari peringatan 100 Tahun Jam Gadang,” ujarnya.
Ia menambahkan, pohon yang ditanam diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi generasi mendatang agar tetap dapat menikmati udara bersih, lingkungan asri, dan sumber daya alam yang terjaga.
“Kami berharap seluruh masyarakat ikut berpartisipasi dalam merawat lingkungan demi terwujudnya Bukittinggi yang semakin hijau, lestari, dan gemilang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Biro SDM Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Anissullah Ridha, menyampaikan kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat literasi dan kebudayaan, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pelestarian lingkungan.
“Kami sangat berbahagia dapat berpartisipasi dalam rangkaian IMLF 2026 yang turut memeriahkan peringatan 100 Tahun Jam Gadang. Melalui program Culture Policing, Polda Sumbar terus mendorong kepedulian terhadap lingkungan, termasuk melalui penanaman pohon dan dukungan penyediaan 1.000 bibit pohon untuk kegiatan ini. Semoga kolaborasi seperti ini terus berlanjut demi kelestarian lingkungan dan kemajuan daerah,” ujarnya.
















