Kabarminang — Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat realisasi pendataan sensus ekonomi untuk kategori usaha besar di wilayah tersebut baru mencapai sekitar 10 persen atau sekitar 200 usaha dari total target 2.000 pelaku usaha.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar), Nurul Hasanudin, mengatakan proses pemetaan untuk sektor usaha besar berjalan sejak Mei 2026.
“Kami sudah memulai pendataan usaha besar sejak bulan lalu. Hingga saat ini, baru sekitar 200 lebih usaha besar yang berhasil didata dari target keseluruhan sebanyak 2.000 unit usaha,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).
Ia melanjutkan, tantangan di lapangan dalam menghadapi pelaku usaha memerlukan pendekatan yang lebih spesifik. Ia menyebut pihaknya kini tengah mengevaluasi kendala administrasi agar sisa target 1.800 usaha besar dapat diselesaikan pada tahapan berikutnya.
“Akurasi data dari sektor usaha besar ini sangat krusial bagi kebijakan daerah. Oleh karena itu, kami meminta komitmen dan keterbukaan dari para pengusaha selama proses pengisian kuesioner,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Nurul menyebut fokus BPS Sumbar pada awal Juni 2026 beralih ke persiapan pendataan untuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan menggelar pelatihan intensif bagi ribuan petugas lapangan.
“Awal Juni ini kami fokus melatih para petugas sensus. Pelatihan ini penting agar mereka siap mengumpulkan data yang valid dan menguasai instrumen pertanyaan saat turun ke masyarakat,” katanya.
Ia menyebut petugas akan mendata langsung ke rumah tangga (door-to-door) dan akan dilepas serentak di seluruh kabupaten dan kota di Sumbar pada pertengahan Juni 2026.
















