Kabarminang — Dua orang tewas akibat tenggelam di kolam ikan tempat menyimpan getah karet di Jorong Rimbo Janduang, Nagari Lingkungan Aua Baru, Kecamatan Pasaman, Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 16.25 WIB.
Kepala Polsek Pasaman, AKP Bermana Manda, mengatakan bahwa kedua korban masing-masing bernama Senpri (32 tahun) dan Tanjung (sekitar 25 tahun). Ia menyebut bahwa keduanya merupakan petani, warga Jorong Benai, Nagari Muara Tais, Kecamatan Mapattunggul, Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar). Sementara itu, pemilik rumah dan kolom ikan itu bernama A. Syahmidi (59 tahun), wiraswasta, warga Jorong Rimbo Janduang.
Bermana menceritakan bahwa kedua korban datang bersama dua rekan mereka ke rumah Syahmidi sekitar pukul 16.00 WIB untuk membeli getah karet punya pemilik rumah itu.
“Syahmidi menyimpan karet di kolam ikan berukuran 4 x 6 meter. Kolam itu terdapat lantai beton di dekat rumahnya,” ujar Bermana.
Sekitar pukul 16.15 WIB, kata Bermana, korban bernama Senpri menyelam ke dalam kolam untuk mengambil getah karet yang berada di dalam kolam tersebut. Namun, 15 menit kemudian Senpri tidak juga keluar dari dalam kolam.
Kemudian, kata Bermana, korban bernama Tanjung masuk ke dalam kolam untuk mengecek kondisi Senpri. Namun, Tanjung tidak muncul dari kolam setelah 10 menit.
Karena Senpri dan Tanjung tidak keluar dari kolam, kata Bermana, dua rekan mereka dan pemilik rumah bersama-sama langsung menyelam ke dalam kolam. Bermana mengatakan bahwa ketiganya menemukan kedua korban tidak bergerak di dasar kolam.
“Ketiganya menarik kedua korban dari dasar kolam. Setelah itu, Hendra meminta pertolongan kepada warga setempat,” ucap Bermana.
Bermana mengatakan bahwa kedua korban kemudian dibawa ke RSUD Pasaman Barat di Jambak. Ia menyebut bahwa kedua korban dinyatakan meninggal dunia.
Bermana menambahkan bahwa kedua korban tewas di dalam kolam karena diduga kehabisan napas. Ia menyebut bahwa kotornya air kolam dan bau karet yang menyengat berdampak terhadap kematian korban.
















