Kabarminang — Seorang pemuda bernama Syahrul Ramadhani (22), warga Korong Asam Pulau, Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, dirantai dan dikurung di rumahnya setelah berulang kali mengamuk dan melakukan kekerasan terhadap ibu kandungnya.
Ibu Syahrul, Limarwati, mengatakan keputusan mengurung dan merantai anaknya dilakukan demi keselamatan keluarga. Ia mengaku sempat dipukul hingga pingsan oleh Syahrul sekitar 15 hari lalu.
“Dia pulang dari luar sudah bau minyak. Saya marahi, lalu langsung meninju saya sampai hidung berdarah dan saya tidak sadarkan diri hingga dirawat di rumah sakit,” katanya saat ditemui Sumbarkita di rumahnya, Jumat (22/5).
Ia melanjutkan, perilaku anaknya mulai berubah sekitar dua tahun terakhir setelah kecanduan menghirup lem. Namun karena lem semakin sulit diperoleh, Syahrul beralih menghirup pertalite.
“Sekarang lebih parah. Dia berusaha keras mendapatkan pertalite itu, kadang menyuruh orang lain membelikannya,” ujarnya.
Ia mengatakan keluarga sebenarnya sudah beberapa kali berupaya membawa Syahrul berobat dan menjalani rehabilitasi. Namun keterbatasan ekonomi membuat pengobatan tidak dapat dilanjutkan.
“Saya pernah membawanya ke tempat rehabilitasi di Padang, tapi biayanya sekitar Rp3 juta per bulan dan tidak ditanggung BPJS. Kami tidak sanggup,” katanya.
Ia juga menyebut petugas dari Dinas Sosial dan Puskesmas pernah mendatangi rumah mereka untuk melihat kondisi Syahrul. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut penanganan.
















