Kabarminang – Warga di kawasan Gumarang I, Nagari III Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Agam, Sumatera Barat (Sumbar), dihebohkan oleh penemuan seekor anak kerbau yang terluka pada Minggu (10/5/2026) diduga akibat serangan harimau Sumatera.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Antonius Vevri, mengatakan bawha peristiwa itu pertama kali diketahui oleh pemilik ternak, Suhendri (55), warga setempat, sekitar pukul 06.30 WIB saat pergi ke kebunnya untuk melihat kerbau miliknya. Ia menerangkan bahwa Suhendri menemukan anak kerbaunya mengalami luka bekas gigitan taring pada kaki kiri bagian belakang.
“Anak kerbau sempat mendapatkan penanganan dari dokter hewan. Namun, sekitar pukul 19.00 WIB kemaren akhirnya mati,” kata Antonius kepada Kabarminang.com pada Selasa (12/5/2026).
Di lokasi kejadian, kata Antonius, terdapat dua ekor kerbau, yakni seekor induk dan seekor anak. Namun, kata Antonius, hanya anak kerbau yang mengalami luka gigitan.
Pihaknya menduga luka tersebut berasal dari serangan harimau Sumatera. Antonius mengatakan bahwa dugaan itu diperkuat oleh ditemukannya bekas gigitan taring dan jejak kaki yang diduga milik harimau Sumatera.
“Terlihat jejak kaki diduga jejak HS dengan ukuran diameter sekitar 12 sentimeter,” ujarnya.
Karena kejadian itu sudah berlangsung lebih dari satu hari, kata Antonius, pihaknya memperkirakan satwa tersebut kemungkinan sudah menjauh dari lokasi.
Meski demikian, pihaknya tetap melakukan langkah antisipasi dengan memasang tiga kamera jebak di Nagari III Koto Silungkang. Antonius mengatakanab bahwa pihaknya melakukan hal itu untuk memastikan keberadaan harimau Sumatera di sekitar lokasi kejadian.
Selain memasang kamera jebak, kata Antonius, tim BKSDA masih berada di lokasi hingga hari ini untuk menjaga keamanan warga setempat sehubungan dengan kemunculan satwa dilindungi tersebut.
















