Kabarminang — Seorang kakek di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), dilaporkan ke kepolisian atas dugaan mencabuli cucunya yang berusia di bawah umur.
Ibu korban, MR (43 tahun), mengatakan bahwa kakek tersebut merupakan ayah dari suaminya ketika itu. Ia menyebut bahwa pria lansia itu berinisial RT (73 tahun), sementara korban merupakan perempuan berusia sembilan tahun, siswi kelas 3 SD.
MR mengatakan bahwa keluarganya dan kakek itu tinggal di rumah yang berbeda di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah. Ia tinggal dengan suaminya ketika itu dan empat anaknya di sebuah rumah kontrakan di Jalan DPR, sedangkan kakek itu tinggal dengan istri dan anak perempuannya di Jalan Bakti.
MR mengetahui bahwa anaknya diduga dicabuli oleh RT pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu lansia tersebut baru keluar dari RSUP M. Djamil. MR menunggui mertuanya itu di rumah sakit selama dirawat lima hari.
Di atas mobil dalam perjalanan dari rumah sakit ke rumah, kata MR, ia melihat kakek tersebut memegang-megang paha anaknya. Setibanya di rumah kakek, mertuanya itu juga memegang-megang anak tersebut di dalam kamar. Karena melihat perlakuan pria lansia itu, ia curiga anaknya diapa-apakan oleh si kakek sebab anak tersebut sering dititipkan di sana oleh suaminya.
Setibanya di rumah kontrakannya, MR bertanya kepada anak perempuannya tentang apa yang dilakukan kakek tersebut kepada anak perempuannya itu selama ini. Dengan kepolosannya, anak itu bercerita bahwa kakek itu menggesek-gesekkan alat kelaminnya ke alat kelamin anak itu, juga melakukan seks oral di mulut anak itu sampai keluar cairan putih.
“Menurut cerita anak saya, dia sudah sering dicabuli oleh kakeknya di rumah kakek tersebut dari 2024 sampai 2026. Saking seringnya, anak saya tidak ingat jumlahnya. Pertama kali kakek mencabulinya pada akhir 2024. Saat itu saya menemani mertua perempuan saya yang sedang dirawat di rumah sakit, sedangkan anak saya dibawa oleh suami saya ketika itu ke rumah ayahnya. Pada malam hari di kamar rumah itu anak saya, menurut cerita dia, dicabuli oleh kakeknya. Ayahnya entah pergi ke mana waktu itu, saya tidak tahu,” tutur MR kepada Kabarminang.com pada Selasa (5/5/2026).
Akibat sering dicabuli, kata MR, anak tersebut sering ketakutan, kadang-kadang berbicara sendiri, sering bermenung, dan tidak ceria. Ia menyebut bahwa anaknya juga tidak bersekolah karena ia larang.
















