Kabarminang – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman meresmikan enam jembatan strategis yang tersebar di sejumlah kecamatan pada Jumat (10/4/2026).
Peresmian dipusatkan di Jembatan Kampung Tanjung, Nagari Gasan Gadang, Kecamatan Batang Gasan, yang merupakan akses vital yang telah lama terputus dan dinantikan masyarakat selama bertahun-tahun.
Lima jembatan lainnya yang turut diresmikan yakni Jembatan Padang Maduang dan Jembatan Koto Sungai Pingai di Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Jembatan Tanjuang Dama di Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Jembatan Kampung Tangah di Kecamatan Lubuk Alung, serta Jembatan Kubu di Kecamatan Ulakan Tapakis.
Total anggaran pembangunan keenam jembatan tersebut mencapai Rp3,98 miliar.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan bentuk keberpihakan nyata pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar masyarakat meskipun di tengah keterbatasan fiskal.
“Di tengah efisiensi dan pemotongan transfer ke daerah, kami tetap berupaya menghadirkan pembangunan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Jembatan ini adalah urat nadi transportasi yang menghubungkan aktivitas ekonomi, sosial, dan kehidupan sehari-hari warga,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar jembatan tersebut sebelumnya rusak berat bahkan putus akibat bencana dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun terakhir. Kini, seluruhnya telah dibangun kembali dan dapat dimanfaatkan masyarakat.
Pemerintah daerah juga memastikan alokasi sekitar Rp90 miliar Dana Alokasi Umum (DAU) pada 2026 untuk pembangunan infrastruktur di 17 kecamatan, mencakup jalan, jembatan, hingga jaringan irigasi.
Di sisi lain, penanganan infrastruktur rusak akibat bencana terus diupayakan melalui skema R3P yang telah diajukan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta pembangunan jembatan darurat seperti jembatan Bailey dengan dukungan Brimob di beberapa titik terdampak.
Kepala Dinas PUPR Padang Pariaman, Dinas PUPR Padang Pariaman, menyebut bahwa daerah tersebut masih mampu melaksanakan pembangunan infrastruktur meskipun banyak daerah lain mengalami keterbatasan anggaran.
Tokoh masyarakat Gasan Gadang, Hasan Basri Dt Rang Kayo, menyampaikan apresiasi atas pembangunan Jembatan Kampung Tanjung yang sebelumnya memutus akses selama sekitar enam tahun. Ia menilai jembatan tersebut sebagai penghubung penting aktivitas warga dan ekonomi lokal.
Peresmian turut dihadiri unsur DPRD, jajaran pemerintah daerah, camat dari enam wilayah, serta tokoh masyarakat setempat. Acara ditutup dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita sebagai tanda resmi beroperasinya jembatan.
Bupati JKA mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.














