Kabarminang — Polisi menangkap tujuh tersangka penambang emas ilegal inisial BA, GP, RD, WE, KS, MJ, dan DD di aliran Sungai Batang Lisun, Nagari Durian Gadang, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, pada Selasa (13/1) pukul 03.30 WIB.
Kasat Reskrim Polres Sijunjung, AKP Hendra Yose, mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat terkait adanya kegiatan penambangan emas ilegal menggunakan alat berat di kawasan sungai tersebut.
“Menindaklanjuti informasi itu, kami langsung ke lapangan. Sekitar pukul 03.30 WIB kami menemukan dan menangkap tujuh orang yang sedang melakukan aktivitas penambangan emas tanpa izin,” tuturnya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/1).
Ia mengatakan, selain menangkap tersangka, pihaknya juga mengamankan dua unit alat berat jenis ekskavator, serta butiran halus berwarna kuning yang disimpan dalam kantong plastik bening, diduga merupakan butiran emas.
Selain itu, di lokasi juga ditemukan satu unit pondok yang diduga digunakan sebagai tempat istirahat para tersangka, serta sejumlah peralatan lain yang berkaitan dengan aktivitas penambangan.
“Saat ini para tersangka beserta seluruh barang bukti telah dibawa ke Mapolres Sijunjung untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” tuturnya.
Ia melanjutkan, para tersangka dijerat dengan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 mengenai Pertambangan Mineral dan Batu Bara.
“Tersangka terancam penjara paling lama lima tahun serta denda paling banyak Rp100 miliar,” imbuhnya.
















