Minggu, Mei 17, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis

Ditipu Ibu-Ibu Ngaku Bisa Obati Penyakit, 2 Warga Pesisir Selatan Kehilangan 16 Emas

Holy Adib
Rabu, 26 Maret 2025 22:30
in Hukum & Kriminal
Epa, ibu-ibu yang menipu warga dengan modus bisa mengobati penyakit, merayu salah satu korban di rumahnya di Kampung Pandan, Nagari Koto Nan Duo, Kecamatan Batang Kapas, Pesisir Selatan, Sabtu (22/3). Foto: IST

Epa, ibu-ibu yang menipu warga dengan modus bisa mengobati penyakit, merayu salah satu korban di rumahnya di Kampung Pandan, Nagari Koto Nan Duo, Kecamatan Batang Kapas, Pesisir Selatan, Sabtu (22/3). Foto: IST


Kabarminang — Dua warga Kampung Pandan, Nagari Koto Nan Duo, Kecamatan Batang Kapas, Pesisir Selatan, tertipu oleh seorang ibu-ibu yang mengaku bisa mengobati penyakit. Akibatnya, keduanya kehilangan 16 emas.

Kepala Polsek Batang Kapas, Iptu Borti Rovendra, mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi pada Sabtu (22/3) siang. Ia menyebut bahwa ibu-ibu penipu tersebut mengaku bernama Epa (umur sekitar 55 tahun) dan mengaku berasal dari daerah di perbatasan Bukittinggi dengan Payakumbuh.

Borti menceritakan bahwa Epa datang ke Kampung Pandan dengan modus menjual berbagai macam kue untuk Lebaran sendirian. Sambil menawarkan kue kepada ibu-ibu, kata Borti, Epa mengaku bisa mengobati penyakit ringan, seperti badan penat-penat. Setelah mencoba dipijat oleh Epa, kata Borti, ibu-ibu itu merasa penyakitnya berkurang.

“Ibu-ibu itu lalu menceritakan bahwa ia punya seorang anak gadis yang jiwanya agak terganggu. Epa mengaku bisa mengobatinya. Namun, karena penyakit anak gadis itu agak berat, Epa meminta syarat emas yang banyak untuk meramu obatnya. Kalau emasnya sedikit, misalnya setengah emas, Epa bilang tidak bisa. Karena percaya, ibu-ibu tersebut mengeluarkan emas yang dimilikinya,” ujar Borti kepada Sumbarkita di Batang Kapas, Rabu (26/3).

Borti lanjut menceritakan bahwa Epa memasukkan emas itu ke dalam mangkuk kecil dan merendamnya dengan air dan daun sirih, lalu menutupnya. Epa, kata Borti, melarang ibu-ibu tersebut membuka wajan itu selama tiga jam karena membuat khasiat obat itu hilang. Setelah tiga jam, kata Borti, barulah wajan itu boleh dibuka dan diminum airnya untuk menyembuhkan penyakit.

“Sebelum meminta ibu-ibu menyimpan wajan yang berisi emas, daun sirih, dan air ramuan itu, Epa dengan cepat mengganti emas milik ibu-ibu dalam wajan dengan emas tiruan yang ia keluarkan dari tasnya. Ibu-ibu tidak menyadari itu dan percaya dengan larangan membuka wajan selama tiga jam karena itu pantangan. Ibu-ibu lalu menyimpan wajan itu dalam lemari,” tutur Borti.

Borti mengatakan bahwa ibu-ibu tersebut baru menyadari keesokan harinya bahwa emas yang mereka simpan dalam wajan sudah ditukar oleh Epa dengan emas tiruan.

“Kedua ibu-ibu yang menjadi korban bernama Ida dan Linda, umur sekitar 55 tahun. Bu Ida kehilangan 11 emas, sedangkan Bu Linda kehilangan 5 emas. Bu Linda sudah mengikhlaskan emasnya hilang dan menganggapnya tabungan akhirat, sementara Bu Ida tidak merelakan emasnya dicuri. Namun, Bu Ida belum melapor ke polsek. Saya sudah mendatangi rumah korban dan meminta korban untuk melapor polisi karena kasus itu delik aduan,” ujar Borti.

Borti mengimbau masyarakat Batang Kapas khususnya, dan Pesisir Selatan pada umumnya untuk berhati-hati terhadap Epa, ibu-ibu yang menipu warga dengan cara pura-pura mengobati penyakit, padahal menipu. Ia menyebut bahwa ciri-ciri Epa ialah tubuhnya gemuk pendek, mengenakan tas yang banyak saku.

“Dia tidak mau difoto. Kalau difoto, katanya inyiaknya akan pergi. Karena itu, korban tidak mendapatkan foto wajahnya dengan jelas karena dia mengelak saat difoto,” ucapnya.

Borti juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya kepada orang baru yang tak dikenal, yang datang k rumah dan tidak gampang percaya kepada orang yang mengaku mampu menyembuhkan penyakit dengan syarat-syarat yang aneh, seperti memberikan emas.

 

 

 

 


Tags: Batang KapehPesisir SelatanSumbar

Berita Terkait

Gelapkan Uang Pembeli, Pedagang Beras di Solok Ditahan Polisi

Gelapkan Uang Pembeli, Pedagang Beras di Solok Ditahan Polisi

16 Mei 2026
Kuli di Padang Ditangkap karena Curi 66 Batang Kayu Bangunan

Kuli di Padang Ditangkap karena Curi 66 Batang Kayu Bangunan

16 Mei 2026
Tak Punya Pekerjaan, Seorang Pemuda di Sijunjung Jadi Pengedar Sabu-Sabu

Tak Punya Pekerjaan, Seorang Pemuda di Sijunjung Jadi Pengedar Sabu-Sabu

16 Mei 2026
Aniaya dan Tusuk Orang, Dua Warga Pasaman Barat Ditangkap di Riau

Aniaya dan Tusuk Orang, Dua Warga Pasaman Barat Ditangkap di Riau

16 Mei 2026
Anaknya Dicabuli Tetangga, Pria di Padang Panjang Tinju Wajah Pelaku

Anaknya Dicabuli Tetangga, Pria di Padang Panjang Tinju Wajah Pelaku

15 Mei 2026
Beli Sabu-Sabu, Pria di Padang Curi Emas dan Uang Ibunya

Beli Sabu-Sabu, Pria di Padang Curi Emas dan Uang Ibunya

15 Mei 2026
Next Post
Wali Kota Bukittinggi Fasilitasi Penyaluran Zakat Mal untuk 113 Kusir Bendi

Wali Kota Bukittinggi Fasilitasi Penyaluran Zakat Mal untuk 113 Kusir Bendi

Tinggalkan Komentar

TERPOPULER

Terlindas Truk Tabung LPG, Kaki Pengendara Motor di Padang Putus

Terlindas Truk Tabung LPG, Kaki Pengendara Motor di Padang Putus

13 Mei 2026

David Wewe Katim Klewang, Polisi Pertama di Sumbar Calon Penerima Hoegeng Award

David Wewe Katim Klewang, Polisi Pertama di Sumbar Calon Penerima Hoegeng Award

12 Mei 2026

Pasutri Muda Tewas dalam Tabrakan Maut Truk dan N-Max di Jalur Solok–Padang, Balita Luka Berat

Pasutri Muda Tewas dalam Tabrakan Maut Truk dan N-Max di Jalur Solok–Padang, Balita Luka Berat

16 Mei 2026

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

10 April 2026

Ustad Pemimpin Pondok Tahfiz di Tanah Datar Dilaporkan Cabuli Santri Laki-Laki

Ustad Pemimpin Pondok Tahfiz di Tanah Datar Dilaporkan Cabuli Santri Laki-Laki

11 Mei 2026

Anak Kalah Berkelahi, Pria di Payakumbuh Balas Dendam Tusuk Musuh Putranya

Anak Kalah Berkelahi, Pria di Payakumbuh Balas Dendam Tusuk Musuh Putranya

9 Mei 2026

Kronologi Tiga Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Jalan Solok-Padang

Kronologi Tiga Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Jalan Solok-Padang

19 Desember 2024

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Artikel & Opini
  • Bank Nagari
  • DPRD Sumatera Barat
  • Ekonomi & Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Ranah Minang
  • Pilkada
  • Politik
  • PT Semen Padang
  • Ramadhan
  • Tekno
  • Kabar Sumbar
  • Kabupaten Dharmasraya
  • Kabupaten Limapuluh Kota
  • Kabupaten Padang Pariaman
  • Kabupaten Pasaman Barat
  • Kabupaten Sijunjung
  • Kabupaten Solok
  • Kabupaten Solok Selatan
  • Kota Bukittinggi
  • Kota Padang
  • Kota Padang Panjang
  • Kota Pariaman
  • Kota Payakumbuh
  • Kota Solok
  • Kabar Rantau

© 2025 KabarMinang.com.