Sabtu, Oktober 17, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
Home Hukum & Kriminal

Ditipu Ibu-Ibu Ngaku Bisa Obati Penyakit, 2 Warga Pesisir Selatan Kehilangan 16 Emas

Holy Adib
Rabu, 26 Maret 2025 | 22:30
in Hukum & Kriminal
Epa, ibu-ibu yang menipu warga dengan modus bisa mengobati penyakit, merayu salah satu korban di rumahnya di Kampung Pandan, Nagari Koto Nan Duo, Kecamatan Batang Kapas, Pesisir Selatan, Sabtu (22/3). Foto: IST

Epa, ibu-ibu yang menipu warga dengan modus bisa mengobati penyakit, merayu salah satu korban di rumahnya di Kampung Pandan, Nagari Koto Nan Duo, Kecamatan Batang Kapas, Pesisir Selatan, Sabtu (22/3). Foto: IST

Share on FacebookShare on Twitter

Kabarminang — Dua warga Kampung Pandan, Nagari Koto Nan Duo, Kecamatan Batang Kapas, Pesisir Selatan, tertipu oleh seorang ibu-ibu yang mengaku bisa mengobati penyakit. Akibatnya, keduanya kehilangan 16 emas.

Kepala Polsek Batang Kapas, Iptu Borti Rovendra, mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi pada Sabtu (22/3) siang. Ia menyebut bahwa ibu-ibu penipu tersebut mengaku bernama Epa (umur sekitar 55 tahun) dan mengaku berasal dari daerah di perbatasan Bukittinggi dengan Payakumbuh.

Borti menceritakan bahwa Epa datang ke Kampung Pandan dengan modus menjual berbagai macam kue untuk Lebaran sendirian. Sambil menawarkan kue kepada ibu-ibu, kata Borti, Epa mengaku bisa mengobati penyakit ringan, seperti badan penat-penat. Setelah mencoba dipijat oleh Epa, kata Borti, ibu-ibu itu merasa penyakitnya berkurang.

“Ibu-ibu itu lalu menceritakan bahwa ia punya seorang anak gadis yang jiwanya agak terganggu. Epa mengaku bisa mengobatinya. Namun, karena penyakit anak gadis itu agak berat, Epa meminta syarat emas yang banyak untuk meramu obatnya. Kalau emasnya sedikit, misalnya setengah emas, Epa bilang tidak bisa. Karena percaya, ibu-ibu tersebut mengeluarkan emas yang dimilikinya,” ujar Borti kepada Sumbarkita di Batang Kapas, Rabu (26/3).

Borti lanjut menceritakan bahwa Epa memasukkan emas itu ke dalam mangkuk kecil dan merendamnya dengan air dan daun sirih, lalu menutupnya. Epa, kata Borti, melarang ibu-ibu tersebut membuka wajan itu selama tiga jam karena membuat khasiat obat itu hilang. Setelah tiga jam, kata Borti, barulah wajan itu boleh dibuka dan diminum airnya untuk menyembuhkan penyakit.

“Sebelum meminta ibu-ibu menyimpan wajan yang berisi emas, daun sirih, dan air ramuan itu, Epa dengan cepat mengganti emas milik ibu-ibu dalam wajan dengan emas tiruan yang ia keluarkan dari tasnya. Ibu-ibu tidak menyadari itu dan percaya dengan larangan membuka wajan selama tiga jam karena itu pantangan. Ibu-ibu lalu menyimpan wajan itu dalam lemari,” tutur Borti.

Borti mengatakan bahwa ibu-ibu tersebut baru menyadari keesokan harinya bahwa emas yang mereka simpan dalam wajan sudah ditukar oleh Epa dengan emas tiruan.

“Kedua ibu-ibu yang menjadi korban bernama Ida dan Linda, umur sekitar 55 tahun. Bu Ida kehilangan 11 emas, sedangkan Bu Linda kehilangan 5 emas. Bu Linda sudah mengikhlaskan emasnya hilang dan menganggapnya tabungan akhirat, sementara Bu Ida tidak merelakan emasnya dicuri. Namun, Bu Ida belum melapor ke polsek. Saya sudah mendatangi rumah korban dan meminta korban untuk melapor polisi karena kasus itu delik aduan,” ujar Borti.

Borti mengimbau masyarakat Batang Kapas khususnya, dan Pesisir Selatan pada umumnya untuk berhati-hati terhadap Epa, ibu-ibu yang menipu warga dengan cara pura-pura mengobati penyakit, padahal menipu. Ia menyebut bahwa ciri-ciri Epa ialah tubuhnya gemuk pendek, mengenakan tas yang banyak saku.

“Dia tidak mau difoto. Kalau difoto, katanya inyiaknya akan pergi. Karena itu, korban tidak mendapatkan foto wajahnya dengan jelas karena dia mengelak saat difoto,” ucapnya.

Borti juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya kepada orang baru yang tak dikenal, yang datang k rumah dan tidak gampang percaya kepada orang yang mengaku mampu menyembuhkan penyakit dengan syarat-syarat yang aneh, seperti memberikan emas.

 

 

 

 


Tags: Batang KapehPesisir SelatanSumbar
ShareTweetPin

Berita Terkait

Alat Sistem Peringatan Dini Banjir BPBD Padang Hilang Lagi Dicuri Orang

Alat Sistem Peringatan Dini Banjir BPBD Padang Hilang Lagi Dicuri Orang

17 Oktober 2026
Pondok Pinggir Jalan di Sijunjung Digerebek, 14 Paket Sabu-Sabu Disita, Seorang Pengedar Ditangkap

Pondok Pinggir Jalan di Sijunjung Digerebek, 14 Paket Sabu-Sabu Disita, Seorang Pengedar Ditangkap

17 Oktober 2026
Jemput Anak di Sekolah, Seorang Duda Cabuli Siswi SD di Pariaman

Jemput Anak di Sekolah, Seorang Duda Cabuli Siswi SD di Pariaman

17 Oktober 2026
Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur, Remaja 17 Tahun di Pasaman Barat Dikeroyok Warga

Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur, Remaja 17 Tahun di Pasaman Barat Dikeroyok Warga

15 Oktober 2026
Mobilnya Disewa untuk Bawa Ganja, Pemilik Rental Merasa Dipersulit Kejari Pasaman Ambil Kendaraan

Mobilnya Disewa untuk Bawa Ganja, Pemilik Rental Merasa Dipersulit Kejari Pasaman Ambil Kendaraan

15 Oktober 2026
Dicari Setelah Videonya Cegat Pengendara Viral, 2 Penagih Utang di Kota Solok Datangi Kantor Polisi

Dicari Setelah Videonya Cegat Pengendara Viral, 2 Penagih Utang di Kota Solok Datangi Kantor Polisi

15 Oktober 2026
Next Post
Wali Kota Bukittinggi Fasilitasi Penyaluran Zakat Mal untuk 113 Kusir Bendi

Wali Kota Bukittinggi Fasilitasi Penyaluran Zakat Mal untuk 113 Kusir Bendi

Tinggalkan Komentar

Terpopuler

Polisi Datangi Rumah Dua Pria yang Viral Mengadang Pengendara Motor di Kota Solok

Polisi Datangi Rumah Dua Pria yang Viral Mengadang Pengendara Motor di Kota Solok

14 Oktober 2026

Dicari Setelah Videonya Cegat Pengendara Viral, 2 Penagih Utang di Kota Solok Datangi Kantor Polisi

Dicari Setelah Videonya Cegat Pengendara Viral, 2 Penagih Utang di Kota Solok Datangi Kantor Polisi

15 Oktober 2026

Perempuan Asal Padang Pariaman yang Terjatuh di Air Terjun Robo Lima Puluh Kota Ditemukan Tewas

Perempuan Asal Padang Pariaman yang Terjatuh di Air Terjun Robo Lima Puluh Kota Ditemukan Tewas

16 Oktober 2026

Imam yang Cabuli 2 Anak Kandung di Sijunjung Ancam Tak Biayai Kuliah Korban jika Tolak Dicabuli

Imam yang Cabuli 2 Anak Kandung di Sijunjung Ancam Tak Biayai Kuliah Korban jika Tolak Dicabuli

14 Oktober 2026

Warga Keluhkan Pelayanan RS Paru Sumatera Barat, dari Salah Obat hingga Tabung Oksigen Jatuh

Warga Keluhkan Pelayanan RS Paru Sumatera Barat, dari Salah Obat hingga Tabung Oksigen Jatuh

11 Oktober 2026

Tinggal Sendiri, Pria 72 Tahun di Pesisir Selatan Tewas di Rumah, 6 Anak di Jakarta

Tinggal Sendiri, Pria 72 Tahun di Pesisir Selatan Tewas di Rumah, 6 Anak di Jakarta

13 Oktober 2026

Detik-Detik Pemotor Dipepet Pria Tak Dikenal Usai Beli Emas di Kota Solok

Detik-Detik Pemotor Dipepet Pria Tak Dikenal Usai Beli Emas di Kota Solok

13 Oktober 2026

Berita Terkini

Truk Tabrakan dengan Minibus di Jembatan Layang Bukittinggi

Truk Tabrakan dengan Minibus di Jembatan Layang Bukittinggi

17 Oktober 2026

Pemko Padang Dorong 41 KWT Terdampak Banjir Gandeng Petani Milenial untuk Program MBG

Pemko Padang Dorong 41 KWT Terdampak Banjir Gandeng Petani Milenial untuk Program MBG

17 Oktober 2026

Alat Sistem Peringatan Dini Banjir BPBD Padang Hilang Lagi Dicuri Orang

Alat Sistem Peringatan Dini Banjir BPBD Padang Hilang Lagi Dicuri Orang

17 Oktober 2026

Setir Lengket, Bus Terjun ke Bawah Jembatan di Jalan Payakumbuh—Bukittinggi, Korban 1 Penumpang

Setir Lengket, Bus Terjun ke Bawah Jembatan di Jalan Payakumbuh—Bukittinggi, Korban 1 Penumpang

17 Oktober 2026

Pondok Pinggir Jalan di Sijunjung Digerebek, 14 Paket Sabu-Sabu Disita, Seorang Pengedar Ditangkap

Pondok Pinggir Jalan di Sijunjung Digerebek, 14 Paket Sabu-Sabu Disita, Seorang Pengedar Ditangkap

17 Oktober 2026

Perajin Sulaman di Padang Pariaman Bidik Pasar Global Lewat Kontrak Rp400 Juta

Perajin Sulaman di Padang Pariaman Bidik Pasar Global Lewat Kontrak Rp400 Juta

17 Oktober 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami

© 2025 KabarMinang.com.