Ferdinal menegaskan bahwa data hasil pantauan satelit itu langsung ditindaklanjuti oleh tim gabungan untuk memastikan kondisi riil di lapangan.
“Data ini menjadi dasar utama kami dalam melakukan pemantauan dan tindakan ground check, terutama pada kawasan yang memiliki akumulasi hotspot tinggi,” ujar Ferdinal.
Sebagai langkah antisipasi, kata Ferdinal, Dinas Kehutanan Sumbar mengoptimalkan program Siaga Karhutla dengan melibatkan Kesatuan Pengelolaan Hutan, pemda, dan Masyarakat Peduli Api.
“Langkah pencegahan kami perkuat lewat patroli, analisis data cuaca, serta melarang keras aktivitas pembakaran lahan oleh masyarakat maupun pelaku usaha,” tutur Ferdinal.



















