“Begitu laci kasir terbuka, pelaku diduga langsung mengambil uang yang ada di dalamnya. Setelah itu, dia keluar dari toko dan pergi bersama rekannya,” tuturnya.
Dari hasil pemeriksaan rekaman CCTV, polisi menduga aksi tersebut dilakukan oleh dua orang. Seorang pelaku diduga berperan mengambil uang, sedangkan seorang lainnya diduga bertugas mengalihkan perhatian orang-orang yang berada di sekitar toko.
“Dari CCTV terlihat ada satu orang lagi yang diduga bersama pelaku utama. Peran masing-masing masih kami dalami karena penyelidikan masih berlangsung,” katanya.
Edy mengatakan korban mengaku tidak sempat memberikan perlawanan saat kejadian berlangsung. Korban bahkan merasa seperti tidak mampu bereaksi ketika pelaku menjalankan aksinya.
“Korban memang menyampaikan seperti tidak bisa bereaksi pada saat itu. Mengenai adanya dugaan hipnotis, itu masih kami dalami. Sampai sekarang kami belum bisa menyimpulkan karena harus didukung hasil penyelidikan dan alat bukti,” ujarnya.
Selain memeriksa korban, polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Seluruh barang bukti, termasuk rekaman CCTV, kini sedang dianalisis untuk mengungkap identitas kedua pelaku.
“Kami masih melakukan identifikasi terhadap pelaku. Kami juga berkoordinasi dengan satuan lain apabila nantinya ditemukan petunjuk mengenai identitas maupun keberadaan mereka,” ucap Edy.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya pemilik toko dan pelaku usaha, agar lebih berhati-hati terhadap orang yang tidak dikenal yang datang dengan modus meminta penukaran uang.















