Berbeda dengan penanganan satwa liar berukuran kecil, pengendalian kawanan gajah membutuhkan pendekatan khusus. Selain memiliki ukuran tubuh yang besar, satwa tersebut juga sangat sensitif terhadap gangguan dan perubahan lingkungan di sekitarnya.
Setelah dilakukan pengamanan dan pemantauan selama beberapa waktu, kawanan gajah berhasil diarahkan menjauh dari area perkebunan warga dan kembali menuju habitatnya.
Tidak ada kerusakan lahan maupun fasilitas yang dilaporkan akibat peristiwa tersebut. Selain itu, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka selama proses penanganan berlangsung.
Operasi penghalauan berakhir sekitar pukul 00.55 WIB dan seluruh personel kembali ke pos masing-masing.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa kawasan penyangga hutan di sekitar Pekanbaru masih menjadi ruang jelajah gajah Sumatra, satwa dilindungi yang populasinya terus menghadapi tekanan akibat penyusutan habitat alami.
Karena itu, kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan lembaga konservasi dinilai penting untuk mencegah konflik antara manusia dan satwa liar sekaligus menjaga kelestarian gajah Sumatra di habitatnya.













