Minggu, Juli 5, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis

Wali Nagari Tanggapi Ibu di Pesisir Selatan yang Keluhkan Tempe Goreng untuk Balita

Holy Adib
Jumat, 14 Maret 2025 19:35
in Kabar Sumbar
Seorang ibu di Kampung Tanjung Gadang, Nagari Amping Parak Timur, Kecamatan Sutera, Pesisir Selatan, Lisna Fitri Yenti (30), mengeluh karena kedua anak balitanya diberi dua potong tempe goreng tipis oleh posyandu setempat pada Selasa (11/3) siang. Foto: IST

Seorang ibu di Kampung Tanjung Gadang, Nagari Amping Parak Timur, Kecamatan Sutera, Pesisir Selatan, Lisna Fitri Yenti (30), mengeluh karena kedua anak balitanya diberi dua potong tempe goreng tipis oleh posyandu setempat pada Selasa (11/3) siang. Foto: IST


“Kader posyandu itu lalu mengatakan kepada saya bahwa kalau saya tidak menerima apa yang diberi oleh posyandu, saya dilarang membawa anak saya ke posyandu. Perkataannya itu menyakitkan hati saya. Saya lalu mengambil HP dan menyiarkan siaran langsung perdebatan kami di Facebook,” ujar Pipit kepada Kabarminang.com, Jumat (14/3).

Dalam video itu Pipit mengatakan, “Apa salahnya (saya posting video itu)? Kalau tidak boleh anak saya dibawa ke posyandu, saya tidak akan membawa anak saya ke posyandu.” Pipit menjelaskan bahwa ia mengatakan itu karena salah satu kader posyandu tersebut mempertanyakan mengapa Pipit mengunggah video itu di Facebook.

Kemudian dalam video tersebut kader posyandu menjelaskan bahwa banyak anak yang datang ke posyandu, yaitu 60 lebih anak, saat itu sehingga menu tersebut diambil oleh orang yang datang lebih dulu. Kader itu juga mengatakan bahwa sebenarnya anak-anak umur 0 sampai 6 bulan tidak mendapatkan menu. Pipit lalu menjawab bahwa seharusnya anaknya mendapatkan menu makanan sebagai jatah anaknya karena anaknya sudah terdaftar sebagai pasien posyandu.

Pipit mengatakan bahwa ia pergi ke posyandu membawa kedua anaknya karena diminta oleh kader posyandu sehari sebelumnya tanpa diberi tahu jam berapa. Karena itu, pada Selasa (11/3) ia pergi membawa anaknya, yang berusia 16 bulan dan 4 tahun ke posyandu pukul 11.00 WIB. Setelah selesai ditimbang, kata Pipit, anaknya diberi sesuatu oleh kader posyandu tanpa ia tahu apa sesuatu tersebut. Sekitar seratus meter dari posyandu, ia memeriksa apa yang diberi oleh kader posyandu tersebut.

“Ternyata dua potong tempe goreng tipis beserta remahannya. Rasa-rasanya mau saya lemparkan gorengan itu ke posyandu untuk mempertanyakan makanan yang diberikan untuk anak balita. Masa anak balita diberi tempe goreng. Karena cuaca panas saat itu, saya langsung pulang ke rumah. Tiba di rumah, saya posting tempe goreng itu di Facebook,” tuturnya.

Pipit mengatakan bahwa selama ini ia tidak pernah protes tidak diberi bantuan program kelaurga harapan (PKH) dan bantuan sosial lain walaupun ia miskin. Ia menyebut bahwa ia tinggal di rumah kayu sederhana yang ia dirikan dengan menumpang di tanah orang lain. Ia juga mengatakan bahwa dirinya hanya ibu rumah tangga, sedangkan suaminya buruh tani yang mengambil upah di sawah orang.

“Kali ini saya protes karena saya tidak terima perlakuan posyandu terhadap anak saya,” ujarnya.

Sampai sekarang, kata Pipit, pihak posyandu setempat tidak meminta maaf kepadanya.

Video siaran ulang dari siaran langsung tentang tempe goreng akun Facebook Lisna Fitri Yenti itu tercatat sebanyak 4,5 ribu tayangan dan dibagikan 7 kali. Sementara itu, video perdebatan Linas Fitir Yendi dengan dua kader posyandu di rumah itu tercatat sebanyak 35,7 ribu tayangan dan dibagikan 32 kali. Video itu juga dibagikan orang lain di Instagram dan TikTok.

 

 

 

 


halaman 3 dari 3
Prev123
Tags: Kecamatan SuteraPesisir SelatanPosyanduSumbar

Berita Terkait

Lalu Lintas Lembah Anai Padat Merayap Akibat Hujan Deras dan Lonjakan Kendaraan Akhir Pekan

Lalu Lintas Lembah Anai Padat Merayap Akibat Hujan Deras dan Lonjakan Kendaraan Akhir Pekan

5 Juli 2026
Sejumlah Titik di Padang Terendam Banjir, Arus Deras Hambat Pengendara

Sejumlah Titik di Padang Terendam Banjir, Arus Deras Hambat Pengendara

5 Juli 2026
Wali Kota Padang Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem

Wali Kota Padang Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem

5 Juli 2026
Video: Detik-Detik Sejumlah Pengendara Motor Terjatuh di Perlintasan Rel Lubuk Buaya Padang

Video: Detik-Detik Sejumlah Pengendara Motor Terjatuh di Perlintasan Rel Lubuk Buaya Padang

5 Juli 2026
Kecelakaan Akibat Kerbau Lepas Kembali Terjadi di Jalan Nasional di Agam, Ketegasan Pemkab Dipertanyakan

Kecelakaan Akibat Kerbau Lepas Kembali Terjadi di Jalan Nasional di Agam, Ketegasan Pemkab Dipertanyakan

5 Juli 2026
Warga Keluhkan Pengadaan Seragam SMP di Padang Pariaman, Ini Penjelasan Pemkab

Warga Keluhkan Pengadaan Seragam SMP di Padang Pariaman, Ini Penjelasan Pemkab

5 Juli 2026
Next Post
Seratusan Eskavator Bekerja di Tambang Emas Diduga Ilegal di Pasaman Barat

Seratusan Eskavator Bekerja di Tambang Emas Diduga Ilegal di Pasaman Barat

Tinggalkan Komentar

TERPOPULER

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 12 April 2026: Berawan hingga Udara Kabur

12 April 2026

Guru SD Ditemukan Tewas di Mes Polres Pesisir Selatan, Keluarga Temukan Banyak Kejanggalan

Guru SD Ditemukan Tewas di Mes Polres Pesisir Selatan, Keluarga Temukan Banyak Kejanggalan

29 Juni 2026

Perjalanan Pasutri di Solok Berakhir Tragis, Keduanya Tewas Ditabrak Truk

Perjalanan Pasutri di Solok Berakhir Tragis, Keduanya Tewas Ditabrak Truk

30 Juni 2026

Keluarga Beberkan Hal-Hal yang Dipertanyakan dalam Kematian Guru di Mes Polres Pesisir Selatan

Keluarga Beberkan Hal-Hal yang Dipertanyakan dalam Kematian Guru di Mes Polres Pesisir Selatan

30 Juni 2026

Pria di Pesisir Selatan Cabuli Anak Tiri yang Sedang Tidur, Korban Siswi SMP

Pria di Pesisir Selatan Cabuli Anak Tiri yang Sedang Tidur, Korban Siswi SMP

2 Juli 2026

Kecelakaan Maut di Jalan Lintas Sumatera Solok, Seorang Mahasiswi Tewas

Kecelakaan Maut di Jalan Lintas Sumatera Solok, Seorang Mahasiswi Tewas

2 Juli 2026

Video: Bus Asal Sumbar Tabrakan dengan Truk di Jambi

Video: Bus Asal Sumbar Tabrakan dengan Truk di Jambi

1 Juli 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Artikel & Opini
  • Bank Nagari
  • DPRD Sumatera Barat
  • Ekonomi & Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Ranah Minang
  • Pilkada
  • Politik
  • PT Semen Padang
  • Ramadhan
  • Tekno
  • Kabar Sumbar
  • Kabupaten Dharmasraya
  • Kabupaten Limapuluh Kota
  • Kabupaten Padang Pariaman
  • Kabupaten Pasaman Barat
  • Kabupaten Sijunjung
  • Kabupaten Solok
  • Kabupaten Solok Selatan
  • Kota Bukittinggi
  • Kota Padang
  • Kota Padang Panjang
  • Kota Pariaman
  • Kota Payakumbuh
  • Kota Solok
  • Kabar Rantau

© 2025 KabarMinang.com.