Kabarminang — Polres Sijunjung menggelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal III di Jorong Hilie Pasar Jumat, Kecamatan Sijunjung, Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar), pada Sabtu (16/5/2026). Mereka melakukan hal itu sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Kegiatan itu dipimpin Wakil Kepala Polres Sijunjung, Kompol Deny A.H, dan dihadiri unsur Forkopimda, Dinas Pertanian, Bulog, instansi terkait, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, mahasiswa, serta Bhabinkamtibmas yang mendampingi pengelolaan lahan pertanian.
Deny mengatakan bahwa panen raya tersebut merupakan bentuk sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam memanfaatkan lahan kosong dan lahan tidur agar produktif.
“Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui hasil panen, tetapi juga memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional di tengah tantangan ekonomi global,” ujarnya.
Ia menyebut keberhasilan panen merupakan hasil kerja sama berbagai pihak. Menurutnya, Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga mendampingi masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Deny mengatakan bahwa jagung dipilih sebagai komoditas utama karena memiliki nilai strategis untuk kebutuhan pangan dan pakan ternak. Selain itu, permintaan pasar terhadap jagung terus meningkat.
“Jagung adalah tanaman yang relatif mudah dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Dengan memanfaatkan lahan kosong, masyarakat bisa memperoleh tambahan pendapatan tanpa harus meninggalkan pekerjaan utamanya,” katanya.
Dalam program itu, Bhabinkamtibmas terlibat mendampingi kelompok tani binaan Polri mulai dari proses penanaman hingga panen.
Salah seorang petani binaan Polri, Neli (52 tahun), mengatakan bahwa pendampingan tersebut membuat masyarakat lebih yakin mengelola lahan kosong.
“Kalau tidak ada pendampingan dari Bhabinkamtibmas, mungkin kami masih ragu untuk menggarap lahan kosong ini. Alhamdulillah, sekarang lahan tidur bisa jadi sumber rezeki baru,” ucapnya.
Kepala Jorong Hilie Pasar Jumat mengatakan bahwa program tersebut berdampak terhadap peningkatan ekonomi warga dan pengetahuan masyarakat tentang teknik bercocok tanam.
“Kami sangat terbantu dengan adanya kerja sama ini. Tidak hanya panen, tapi warga juga belajar teknik bercocok tanam yang lebih efektif. Harapannya kegiatan ini terus berlanjut sehingga jorong kami makin mandiri dalam ketahanan pangan,” katanya.
Polres Sijunjung menyatakan akan memperluas program serupa ke lebih banyak nagari di wilayah hukumnya.
“Kami akan terus mendorong masyarakat agar bersama-sama menjaga ketersediaan pangan, sehingga ketahanan pangan nasional bisa lebih kokoh,” tutur Deny.
Panen raya itu ditandai dengan panen simbolis oleh Wakapolres Sijunjung bersama unsur Forkopimda, Dinas Pertanian, Bulog, camat, tokoh masyarakat, dan tokoh adat.
















