“Jika banyak pelaku usaha mengalami gangguan pada saat yang sama, ekonomi lokal kehilangan denyut hariannya. Pemadaman luas di Sumatra karena itu harus dibaca sebagai guncangan terhadap ekosistem ekonomi daerah, bukan sekadar lampu padam,” ucapnya.
Syafruddin menilai dampak pemadaman tidak hanya terasa dalam jangka pendek, tetapi juga berpotensi memengaruhi perilaku usaha dalam jangka panjang.
Menurutnya, pelaku usaha dapat mengurangi stok barang segar, menunda ekspansi usaha, menaikkan harga untuk menutup risiko, hingga membatasi jam operasional akibat ketidakstabilan pasokan listrik.
“Pasokan listrik yang andal menjadi bagian penting dari fondasi stabilitas ekonomi daerah dan kepercayaan investor,” tuturnya.
















