Kabarminang – Tim SAR gabungan resmi menghentikan operasi pencarian Haikal (3,5), bocah yang dilaporkan hilang di Kampung Aek Kayu Ara, Jorong VII Gunung Manahan, Nagari Koto Nopan, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat pada Kamis (9/7/2026). Keputusan itu diambil setelah pencarian selama lima hari tidak membuahkan hasil.
Komandan Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi, mengatakan operasi pencarian hari kelima dimulai sekitar pukul 07.30 WIB. Tim SAR menyisir area hutan dan sungai sejauh kurang lebih tiga kilometer dengan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU).
“Operasi pencarian pada hari kelima dimulai sekitar pukul 07.30 WIB. Tim rescue menyisir area pencarian sejauh kurang lebih tiga kilometer di kawasan hutan dan sungai dengan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU),” kata Novi kepada Sumbarkita.
Ia menjelaskan, operasi pencarian berakhir sekitar pukul 17.30 WIB dengan hasil nihil. Berdasarkan kesepakatan antara keluarga korban, tim SAR gabungan, dan pemerintah nagari, operasi pencarian dinyatakan dihentikan karena tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan Haikal dan upaya pencarian dinilai sudah tidak lagi efektif.
“Operasi SAR akan dibuka kembali apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan korban,” ujarnya.
Setelah operasi dihentikan, seluruh personel yang terlibat mengikuti debriefing pada pukul 18.00 WIB sebelum kembali ke kesatuan masing-masing.
Selama proses pencarian, tim SAR juga menerima informasi dari masyarakat mengenai seorang warga yang mengalami kerasukan dan mengaku melihat Haikal berada di alam gaib.
“Cerita dari warga, anak itu terlihat di alam gaib yang digandeng oleh dua orang sambil berjalan. Namun, kami tidak bisa memastikan apakah informasi tersebut benar atau tidak,” ujar Novi.















