Saksi mata lainnya mengonfirmasi bahwa peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB ketika arus lalu lintas sedang cukup padat.
“Sekitar jam 09.00 pagi tadi, waktu saya lewat korban sudah tergeletak di jalan dan kebetulan sudah ada polisi serta warga yang ramai mengerumuni lokasi,” ucapnya.
Mengenai kondisi fisik korban, saksi menyebutkan bahwa luka yang dialami sangat mengerikan, terutama pada bagian kaki kiri akibat lindasan ban truk.
“Tadi kata orang-orang di lokasi, kondisinya kemungkinan koma. Saya kurang tahu pastinya sekarang. Tapi, tadi korban langsung dilarikan ke RSUP Dr. M. Djamil Padang,” tuturnya.
Ia mengatakan bahwa polisi yang tiba di lokasi segera mengamankan situasi, sementara pengemudi yang terlibat tetap berada di tempat untuk bertanggung jawab.
“Mereka tidak lari, tadi waktu polisi olah TKP sopir Avanza masih ada, tapi sopir truk gas LPG-nya saya lihat sudah tidak ada di sana, kemungkinan sedang dimintai keterangan lebih lanjut,” ucap saksi.
Saksi tersebut juga menambahkan bahwa kerusakan pada kendaraan motor milik korban sebenarnya tidak terlalu hancur. Namun, katanya, dampak fisik pada pengendaralah yang paling parah.
“Motor Beat-nya tidak terlalu parah kerusakannya. Masalah utamanya karena korban terpental dan tersambar truk yang posisinya tinggi. Jadi, kemungkinan sopirnya tidak melihat ada orang masuk ke kolong,” ujarnya.
















