Kabarminang — Sebuah kandang sapi dan pondok di Kampung Tanah Batu, Nagari Ampang Tareh Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), terbakar pada Sabtu (6/6/2026) siang.
Wali Nagari Ampang Tareh Lumpo, Nofrianda Tanjung, mengatakan bahwa kendang dan pondok itu milik Dafrizal Nazar (61 tahun), pensiunan guru.
Perihal kebakaran itu, Nofrianda menyampaikan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Ia menyebut bahwa saat itu cuaca sangat terik.
Akibat kebakaran itu, kata Nofrianda, kandang dan pondok habis. Selain itu, katanya, dua ekor sapi yang ada di dalam kendang hangus terbakar dan mati, yaitu induk sapi bunting dan anak sapi jantan.
“Saat kebakaran terjadi, warga melihat ada empat ekor sapi yang terjebak di dalam kandang. Dua ekor berhasil keluar kendang, sedangkan dua ekor lagi terjebak di dalam kendang dan mati,” ujar Nofrianda.
Perihal penyebab kebakaran, Nofrianda mengatakan bahwa api diduga kuat berasal dari perapian dedak atau tradisi lokal api-api dadak yang biasa digunakan peternak untuk mengusir nyamuk. Ia menyebut bahwa hal itu diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan.
“Kebakaran dipicu oleh api pembakaran dedak di dalam kandang yang tidak terkontrol,” ucap Nofrianda.
Menurut Nofrianda, kobaran api membesar karena pengaruh cuaca musim panas yang ekstrem ditambah angin kencang. Ia menyebut bahwa hal itu membuat api kecil dari pembakaran dedak membesar dalam hitungan menit dan langsung melahap pondok.
















