Setelah mengetahui kebakaran tersebut, kata Nofrianda, warga bersama wali nagari, bamus, dan tokoh masyarakat memadamkan api secara manual tanpa meminta bantuan pemadam kebakaran karena api merambat secara cepat. Ia menyebut bahwa api baru padam setelah seluruh bangunan pondok habis terbakar.
Ia memperkirakan kerugian materiel yang dialami oleh korban akibat matinya ternak dan terbakarnya bangunan penunjang tersebut mencapai Rp50 juta. Menurutnya, harga kedua sapi itu sekitar Rp20 juta, sedangkan kendang dan pondok sekitar Rp30 juta.
















